Header Ads

banksulutgo.co.id

Wagub Kandouw Bagi "Resep" Turunkan Angka Kemiskinan


INDIMANADO.COM, SULUT - Inovasi yang dilakukan oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw melalui Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), sejak tahun 2016 memberi dampak penurunan angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Angka kemiskinan terus mengalami penurunan, dari angka 8,65 persen (208,54 ribu) di tahun 2015 turun sebesar 0,31 di tahun 2016 (8,34 persen) dan sekarang di tahun 2018 menjadi 7,8 persen (193,31 ribu) atau ada sekitar 15,23 ribu penduduk miskin yang terbantu dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskianan (ODSK).

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandouw pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Sulut, Rabu (14/11/2018) di Hotel Aryaduta Manado membagikan "resep" agar angka kemiskinan ini terus ditekan.

“Tidak ada jalan lain selain penetrasi yang tepat untuk penanggulangan kemiskinan,” kata Wagub Kandouw.

Karena itu dia menyarankan, kepada perangkat daerah untuk dapat memperhatikan indikator-indikator penanggulangan kemiskinan, baik yang ada dalam RPJMD, strategi penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) ODSK, maupun dalam Rad Sustainable Development Goals. Dan segera merencanakan dan melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai target-target tersebut.

Kepada instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, media, lsm yang ada di Sulawesi Utara, dia juga mengajak untuk saling mendukung melalui pendanaan, program-program yang ada, bekerja sama, berkomitmen dan berupaya sekuat tenaga untuk kesejahteraan rakyat di Sulawesi Utara.

Wagub yang juga merupakan Ketua tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah menegaskan kemiskinan adalah momok. Makanya, butuh penanganan dari seluruh stakeholder terkait.

“Concern kita lewat roadmap sudah ada dan ternyata efektif. Yaitu, identifikasi, koordinasi dan target kabupaten/kota harus ada. Targetnya bukan mengurangi tapi angkanya. Kalau ada 60 ribu kita turunkan 10 ribu. Ini namanya empiris. Nominalnya harus ada,” tandas Wagub.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulut Ricky Toemandoek dalam laporan mengatakan rapat ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kelembagaan dalam merencanakan dan monitor semua program kemiskinan di Sulut.

“Maksud dan tujuan untuk meningkatkan koordinasi dan implementasi serta mempertajam program kemiskinan,” bebernya.

Hadir dalam rapat ini, diantaranya Wakil Bupati Sitaro John Palandung, Wakil Bupati Manado Mor Bastian, Kapala Dinas Lingkungan Hidup Sulut, Marly Gumalag, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw, Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Refly Ngantung, para kepala Bappeda dan Bapelitbang kabupaten/kota se Sulut, BPS, Kanwil Agama, Bank Sulut, BPJS, IAN, perbankan, BI, LSM dan insan pers.

(alfa jobel)

No comments

Silakan beri komentar anda