Header Ads

banksulutgo.co.id

Ngongoloy Wakili Bupati Dalam Peringati Hari Bela Negara dan Hari Nusantara


INDIMANADO.COM, SULUT - Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggar (Mitra) Drs Robby Ngongoloy ME MSi wakili Bupati James Sumendap pimpin apel peringatan Hari Bela Negara dan Hari nusantara tahun 2018.

Apel yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Mitra, TNI, POLRI, KNPI dan Siswa SMU/SMK.

Sekda ketika membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, menegaskan bahwa bela negara sejak dulu telah memiliki konteks sangat luas, dan tidak dapat hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

"Segenap aparatur sipil negara baik sipil maupun militer yang tengah berjuang melakukan tugasnya di seluruh pelosok tanah air sesungguhnya sedang melakukan bela negara, merekalah yang telah membuat republik ini tetap eksis untuk melayani rakyatnya."

"Sekali lagi saya menegaskan bahwa, bela negara adalah kerjasama segenap elemen bangsa dan negara dan merupakan wadah peran dan kontribusi segenap komponen bangsa," ucap Ngongoloy.

Terkait peringatan Hari Nusantara yang mengambil tema 'Perwujudan Kesatuan Nusantara Yang Utuh Melalui Deklarasi Juanda Menuju Poros Maritim Dunia." Ngongoloy menjelaskan bahwa hal ini lepas dari perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan NKRI sebagai negara kepulauan yang pertama kali tercetus melalui deklarasi Djoeanda pada 13 Desember 1957.

"Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa indonesia untuk menjadi rezim negara kepulauan.
Negara Indonesia memandang laut sebagai jati diri bangsa sekaligus menjadi pemersatu bangsa. Sejarah terbentuknya negara kepulauan merupakan suatu kebanggaan tersendiri, hal ini tak lepas dari kondisi goegrafis negara kita dimana 75 persen wilayah Indonesia adalah lautan dengan gamparan pesisir 95.181 km."

Sebagai salah satu negara yang memiliki bentaran garis pantai terpanjang di dunia, Indonesia memiliki potensi unggulan dipandang dari sudut geopolitik, geistrategis dan geoekonomi. Indonesia juga dikaruniai kekayaan sumber daya alam kelautan yang berlimpah maupun jasa jasa lingkungan sebagai asetnasional yang dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Pengeloaan potensi kelautan masih perlu ditingkatkan, dengan demikian meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap pendapatan negara serta kehidupan nelayan yang hidup di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil semakin sejahtera," katanya.

"Tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah pencemaran laut serta segala polusi laut yang dapat merusak kualitas sumber daya laut dan ini menjadi perhatian khusus, dan harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah dan pemerintah daerah serrlta melibatkan masyarakat dan dunia usaha, baik secara langsung dan tidak langsung memiliki kepentingan terhadap sumber daya laut dan maritim di wilayahnya. Kawasan pesisir, laut dan pulau- pulau harus kita jaga, kita kembangkan dan kelola dengan baik sehingga mampu tampil sebagai pusat kemajuan perekonomian bangsa."

Hal ini bukan tanpa tantangan dan hambatan, dampak buruk pemanasan global sangat berpengaruh, terjadinya bencana alam seperti tsunami, meningginya permukaan air laut, kondisi cuaca yang tidak bersahabat dan tingginya gelombang laut berdampak pada kondisi fisik pulau-pulau kecil dan tentuntya berpengaruh pada penghasilan dan pendapatan nelayan sehingga pemerintah perlu mencari solusi kongkrit dalam mengatasinya.

Karena itu, Dia mengajak agar momentum Hari Nusantara untuk mempertebal semangat kebangsaan persatuan dan kebersamaan dan kebhinekaan untuk tetap melaksanakan pembangunan nusantara, meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan perbatasan.

"Kita perlu optimis bahwa pembangunan kelautan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara," tutup Sekda.

(*/Bill)

No comments

Silakan beri komentar anda