Rektor UNSRAT yang diwakili oleh jajaran Wakil Rektor menyambut langsung delegasi dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset kelautan, program pertukaran mahasiswa, serta peningkatan mutu akademik berstandar internasional.
Dalam sambutannya, pimpinan UNSRAT menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan serta inisiatif pihak Australia yang ingin menjajaki peluang kemitraan lebih luas dengan UNSRAT.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan Indonesia Timur, UNSRAT terus berkomitmen memperluas jejaring global dan membuka peluang kolaborasi bagi seluruh civitas akademika.
Kunjungan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam mewujudkan kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Sementara itu, pihak Konsulat-Jenderal Australia menyambut baik keterbukaan UNSRAT. Delegasi Australia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian dan potensi akademik yang dimiliki Universitas Sam Ratulangi.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan Australia Indonesia Institute (AII), yakni Chair of the Board Ms. Lydia Marie Santoso, Board Member Mr. Robert Law Nathan, Ms. Armina Rosenberg, Ms. Elena Kate Williams, dan Mr. Robert Mark Gaspar, serta Secretariat AII Ms. Karen Maric.
Hadir pula dari Konsulat-Jenderal Australia (DFAT), Konsul-Jenderal Australia Ms. Sanchi Davis, Konsul Mr. Isaac Bennett, serta Research & Executive Assistant Cindy Rachmaningrum.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi interaktif yang membahas rencana implementasi program kerja sama strategis dalam waktu dekat.
Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol persahabatan dan hubungan baik kedua pihak. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama di Gedung Rektorat UNSRAT.
(Rls/Jobel)
