Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iklan

Resmi Mendaftar Bakal Calon Rektor UNSRAT, Prof. Roike Iwan Montolalu Bawa Rekam Jejak Akademik dan Pengalaman Tata Kelola Perguruan Tinggi

3 November 2026 | 21:20 WIB Last Updated 2026-11-03T13:20:16Z

Guru Besar Bidang Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan ini memiliki pengalaman memimpin program studi, lembaga penelitian, fakultas, hingga mengelola keuangan universitas. Rekam jejaknya juga mencakup penugasan sebagai asesor akreditasi dan reviewer penelitian nasional.


Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc, saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor untuk periode 2026–2030 pada Selasa (3/11/2026). 


MANADO, Indimanado.com - Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc., mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) periode 2026–2030. Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNSRAT tersebut memasuki proses penjaringan dengan latar belakang akademik, pengalaman kepemimpinan berjenjang, serta penugasan dalam penjaminan mutu perguruan tinggi di tingkat nasional.

Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor untuk periode 2026–2030 pada Selasa (3/11/2026). Sementara itu, panitia pemilihan rektor secara resmi telah membuka pendaftaran bakal calon pada Senin (2/11/2026) hingga Jumat (6/11/2026).

Pendaftaran menjadi tahap awal dalam rangkaian pemilihan Rektor UNSRAT untuk masa jabatan empat tahun mendatang. Setelah penerimaan berkas, panitia akan melakukan pemeriksaan administrasi sebelum nama-nama yang memenuhi persyaratan ditetapkan untuk mengikuti tahap berikutnya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNSRAT, Prof. Arthur Gehart Pinaria, sebelumnya menjelaskan bahwa proses pemilihan mencakup tahap penjaringan, penyaringan, pemilihan, serta penetapan dan pelantikan.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan Senat UNSRAT, pengumuman hasil penjaringan dijadwalkan pada 24 November 2026. Sehari berikutnya, para bakal calon akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja di hadapan rapat terbuka Senat.

Pemilihan rektor dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2026.
Di tengah proses tersebut, rekam jejak para bakal calon menjadi bagian penting dari informasi yang dapat diperiksa sivitas akademika. Pengalaman memimpin organisasi, kemampuan akademik, pemahaman tata kelola, serta gagasan pengembangan universitas merupakan sejumlah aspek yang relevan untuk dinilai.

Doktor Lulusan Jepang dan Guru Besar UNSRAT
Roike Iwan Montolalu merupakan Guru Besar Bidang Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNSRAT.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Hasil Perikanan di UNSRAT pada 1997.

Montolalu kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana melalui beasiswa Pemerintah Jepang, Monbukagakusho, di Tokyo University of Marine Science and Technology.

Di universitas tersebut, ia meraih gelar Master of Science dalam bidang Food Science and Technology pada 2007 dan doktor dalam bidang Applied Marine Bioscience pada 2010 di Tokyo University of Marine Science and Technology, Jepang.

Sebelum menempuh pendidikan pascasarjana, Montolalu telah mengikuti kegiatan penelitian di Jepang melalui program Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) pada 2000 dan 2003. Pengalaman penelitian internasionalnya berlanjut melalui kegiatan visiting research pada 2015 dan 2017.

Penelitiannya banyak berkaitan dengan teknologi pengolahan hasil perikanan, karagenan rumput laut, gelatin dan kolagen ikan, pengembangan pangan fungsional, serta inovasi pengawetan dan pengemasan pangan.

Pada September 2024, Montolalu memperoleh jabatan akademik profesor. Pengukuhannya sebagai Guru Besar UNSRAT berlangsung pada 16 Januari 2025.

Berdasarkan profil Science and Technology Index (SINTA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, rekam publikasinya mencakup 23 artikel terindeks Scopus dengan indeks-h Scopus 6 serta SINTA Score Overall=2.293.

Biodata akademiknya juga mencatat sejumlah buku ber-ISBN, publikasi pada jurnal nasional terakreditasi, serta pengembangan kekayaan intelektual di bidang teknologi hasil perikanan.

Pada Maret 2017, Montolalu memperoleh penghargaan Penyaji Terbaik I dalam Seminar Hasil Program Riset Terapan yang Selesai Tahun 2016 untuk Kawasan Timur Indonesia, yang diselenggarakan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman penelitian kompetitif nasional yang dijalaninya bersama sejumlah tim peneliti.

Pengalaman Memimpin dari Program Studi hingga Rektorat
Selain menjalankan kegiatan pendidikan dan penelitian, Montolalu mempunyai pengalaman manajerial dalam sejumlah tingkatan organisasi UNSRAT.

Perjalanan tersebut dimulai ketika ia dipercaya menjadi Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK pada 2010–2014, kemudian melanjutkan tugas sebagai Koordinator Program Studi pada 2014–2018.

Selama periode itu, ia terlibat langsung dalam pengelolaan pembelajaran, pengembangan kurikulum, kegiatan laboratorium, pembinaan dosen, serta persiapan penjaminan mutu.

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan memperoleh akreditasi A dalam periode pengelolaannya. Pada 2014, Montolalu juga menerima penghargaan sebagai Koordinator Program Studi Berprestasi Peringkat I tingkat UNSRAT.
Pengalaman berikutnya diperoleh ketika ia menjadi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSRAT pada 2018–2022.

Pada posisi tersebut, tanggung jawabnya mencakup koordinasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan publikasi ilmiah, serta dukungan terhadap peningkatan kapasitas penelitian dosen lintas fakultas.

Penugasannya sebagai Sekretaris LPPM juga tercantum dalam dokumen Rencana Strategis Penelitian UNSRAT Tahun 2021–2025.
Pada Februari 2022, Montolalu terpilih menjadi Dekan FPIK UNSRAT melalui mekanisme pemilihan di Senat Fakultas.

Sebagai dekan, ia bertanggung jawab mengelola penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, kerja sama, sarana prasarana, serta dukungan anggaran fakultas.

Jabatan tersebut dijalankannya hingga 2024, ketika ia mendapat penugasan sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, yang kemudian menggunakan nomenklatur Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum.
Penugasan di tingkat rektorat memperluas cakupan tanggung jawabnya pada pengelolaan sumber daya universitas.

UNSRAT merupakan perguruan tinggi negeri yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
Pengelolaan BLU memberikan fleksibilitas tertentu untuk meningkatkan pelayanan, tetapi tetap menuntut akuntabilitas, kepatuhan terhadap ketentuan keuangan negara, serta pengawasan pengelolaan aset dan sumber daya.

Dalam konteks tersebut, bidang keuangan dan umum mempunyai hubungan langsung dengan keberlangsungan kegiatan akademik, mulai dari penyediaan fasilitas pembelajaran dan laboratorium hingga dukungan terhadap penelitian serta pelayanan administrasi.

Pengalaman Montolalu dalam empat tingkatan pengelolaan—program studi, lembaga penelitian, fakultas, dan rektorat—menjadi bagian dari rekam manajerialnya.

Namun, keberhasilan pengelolaan perlu dinilai lebih lanjut melalui capaian indikator kinerja, efektivitas penggunaan anggaran, kualitas pelayanan, dan hasil evaluasi kelembagaan.

Asesor BAN-PT, LAM Teknik, dan LAM-PTIP
Di luar UNSRAT, Montolalu juga mempunyai pengalaman sebagai asesor akreditasi perguruan tinggi.

Berdasarkan biodata akademik September 2026, ia tercatat menjadi Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 2015.

Ia kemudian memperoleh penugasan sebagai Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik) sejak 2022 dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) sejak 2025.

Penugasan tersebut berkaitan dengan evaluasi mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi berdasarkan instrumen dan standar akreditasi yang berlaku.
Dalam proses akreditasi, asesor bertugas memeriksa kesesuaian dokumen, memverifikasi data, melakukan asesmen lapangan, serta menilai pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi.

Pengalaman itu memungkinkan seorang asesor mempelajari beragam praktik pengelolaan perguruan tinggi di luar institusinya.

Selain sebagai asesor, Montolalu memiliki pengalaman sebagai narasumber dan pendamping manajerial tata kelola perguruan tinggi.

Dalam portofolionya tercatat kegiatan pendampingan pada sejumlah institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Utara, termasuk perguruan tinggi bidang perikanan, kesehatan, dan pelayaran.

Penugasan tersebut berkaitan dengan peningkatan tata kelola dan penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Berkontribusi dalam Akreditasi A dan Unggul UNSRAT
Pengalaman penjaminan mutu Montolalu juga tercatat dalam proses akreditasi institusi UNSRAT.

Pada 2015–2017, ia menjadi anggota Tim Penyusun Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi UNSRAT.

Pada Desember 2017, UNSRAT memperoleh peringkat akreditasi A dari BAN-PT dengan nilai 367.

Empat tahun kemudian, Montolalu kembali tercatat sebagai anggota Tim Penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK) UNSRAT.

Melalui proses tersebut, UNSRAT memperoleh peringkat akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 937/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/2021.

Kedua capaian itu merupakan hasil kerja kolektif universitas yang melibatkan pimpinan, senat, lembaga penjaminan mutu, fakultas, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan pada periode masing-masing.

Keterlibatan Montolalu merupakan bagian dari proses bersama tersebut.
Pengalaman itu melengkapi penugasannya dalam pendampingan akreditasi program studi, asesmen internal, serta kegiatan pengembangan mutu pendidikan tinggi.

Reviewer Penelitian Nasional dan Jurnal Ilmiah
Selain menjadi asesor akreditasi, Montolalu tercatat memiliki pengalaman sebagai reviewer penelitian kompetitif nasional.

Ia menjalankan penugasan sebagai Reviewer Nasional Penelitian Simlitabmas pada 2018–2020 dan Reviewer Penelitian melalui sistem BIMA sejak 2024.
Montolalu juga tercatat sebagai Reviewer Akademik Beasiswa Pendidikan Indonesia sejak 2022.

Di bidang publikasi ilmiah, ia mempunyai pengalaman sebagai reviewer dan editor sejumlah jurnal, termasuk jurnal yang dikelola IPB University dan UNSRAT.

Penugasan tersebut berkaitan dengan penilaian mutu proposal penelitian dan karya ilmiah.

Kegiatan reviewer menuntut kemampuan menilai kebaruan penelitian, ketepatan metodologi, kelayakan pelaksanaan, relevansi luaran, dan konsistensi antara data serta kesimpulan.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterlibatan Montolalu dalam kegiatan pengembangan dan penilaian mutu akademik di luar tugas strukturalnya sebagai pimpinan UNSRAT.

Mengembangkan Penelitian untuk Kebutuhan Masyarakat
Bidang keilmuan Montolalu juga memiliki kaitan dengan pemanfaatan sumber daya lokal.

Pada pengukuhan profesor, 16 Januari 2025, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul Dari Laut ke Meja Makan: Inovasi Pengolahan Hasil Laut atau Hasil Perikanan untuk Mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam orasi tersebut, Montolalu membahas pemanfaatan ikan sebagai sumber protein, pengembangan teknologi pengolahan, serta pentingnya pengawetan dan pengemasan untuk mempertahankan mutu hasil perikanan.

Gagasan itu didukung berbagai penelitian bersama tim, antara lain teknologi pengolahan ikan cakalang, pemanfaatan rumput laut, serta pengembangan bahan kemasan pangan berbasis karagenan dan protein hasil perikanan.
Penelitian tersebut memiliki relevansi terhadap pengembangan pangan lokal dan peningkatan nilai tambah hasil laut.

Tahapan Berikutnya: Menguji Visi dan Program Kerja
Keikutsertaan Montolalu dalam penjaringan bakal calon Rektor UNSRAT berlangsung ketika universitas menghadapi sejumlah tantangan pengembangan pendidikan tinggi.

Di antaranya penguatan mutu pembelajaran, peningkatan produktivitas dan dampak penelitian, pengembangan kerja sama internasional, peningkatan kesejahteraan sivitas akademika, serta pengelolaan keuangan dan aset yang akuntabel.

Sebagai perguruan tinggi negeri berstatus BLU, UNSRAT juga dihadapkan pada kebutuhan mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung pencapaian tridharma perguruan tinggi.

Rekam jejak akademik, pengalaman kepemimpinan, serta penugasan sebagai asesor dan reviewer nasional menjadi bagian dari informasi yang dapat digunakan untuk menilai pengalaman Montolalu.

Tahapan penyampaian visi, misi, dan program kerja pada 25 November 2026 akan menjadi kesempatan bagi para bakal calon untuk menjelaskan bagaimana pengalaman mereka dapat diterjemahkan menjadi kebijakan universitas.

Bagi Montolalu, perjalanan akademik dari UNSRAT ke Jepang, pengalaman mengelola program studi hingga rektorat, serta penugasan dalam penjaminan mutu nasional merupakan bagian dari rekam jejak profesional yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

(Rls/Jobel)

Iklan

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close