Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. Roike Montolalu, S.Pi., M.Sc., membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam sambutan tersebut, ditegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan keberanian, pengorbanan, persatuan, serta darah dan air mata para pahlawan.
Kemerdekaan yang telah diwariskan, lanjut sambutan tersebut, membawa tanggung jawab bagi generasi saat ini memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan memberikan gelar akademik, tetapi juga harus mampu membentuk manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki kecintaan terhadap bangsa.
Perguruan tinggi juga diharapkan mampu menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk mengambil tanggung jawab dalam mendorong kemajuan Indonesia. Karena itu, setiap ruang kelas diharapkan menjadi tempat untuk mempersiapkan masa depan, sementara kampus dapat menjadi pusat perjuangan bagi kemajuan bangsa.
Sementara, Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi di tengah masa transisi. Menurutnya, sejumlah prioritas harus tetap menjadi perhatian agar seluruh aktivitas universitas berjalan secara optimal.
"Dalam masa transisi, prioritas kita harus jelas : roda organisasi harus tetap berjalan, proses akademik tidak boleh terganggu, pelayanan kepada mahasiswa harus tetap optimal, tugas dosen dan tenaga kependidikan harus memperoleh dukungan yang memadai, serta standar mutu universitas harus terus dipertahankan dan ditingkatkan," pungkasnya. (Ajl)


