MANADO - AH alias Abdul (19) kena batunya. Gara-gara memiting (mencekik) leher Mohammad Ikbal Sawali (24) saat bermain bola, terpaksa dijemput petugas kepolisian.
Mohammad Ikbal Sawali melaporkan Abdul ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado karena lehernya sakit dan sulit digerakkan karena cekikan itu. Kejadian itu terjadi di lapangan kampung Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken Darat, Kota Manado, Minggu 06 September 2026 sore.
Pada pertandingan yang hanya untuk mencari keringat itu, awalnya terjadi selisih paham karena korban menendang kemaluan paman pelaku. Pelaku yang marah langsung memiting leher korban.
Beruntung pemain lainnya melerai dan memisahkan keduanya. Pertandingan pun langsung dibubarkan. Korban kemudian langsung melaporkan kejadian yang dialaminya.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto membenarkan adanya penangkapan pelaku penganiayaan di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken. "Iya, pelakunya sudah diamankan," ujar Kompol Elwin, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, usai korban membuat laporan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Delta yang dipimpin Kanit 2 URC, Ipda Kresna Aditya Bagus Perdana langsung mendatangi rumah pelaku. Setelah melakukan upaya persuasif dengan keluarga, pelaku akhirnya diserahkan untuk dibawa ke Polresta Manado.
"Nantinya kita akan mempertemukan kedua pihak untuk upaya perdamaian, tapi jika tidak menemui kesepakatan proses hukum akan dilanjutkan," terang mantan Kapolsek Malalayang ini.
Terpisah, Abdul mengaku kesal karena pamannya ditendang di bagian kemaluan. Tapi dia membantah mencekik leher korban.
"Saya hanya mendorong pakai tinju di bagian leher," kata Abdul dan kemudian mengakui perbuatannya itu salah.
Penulis/Editor: Acha
