Mahasiswa Farmasi Unsrat Kembangkan Spray Hydrogel dari Limbah Sabut Kelapa untuk Luka Diabetes Mahasiswa Farmasi Unsrat Kembangkan Spray Hydrogel dari Limbah Sabut Kelapa untuk Luka Diabetes - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Mahasiswa Farmasi Unsrat Kembangkan Spray Hydrogel dari Limbah Sabut Kelapa untuk Luka Diabetes

13 September 2026 | 22:22 WIB Last Updated 2026-09-13T14:22:55Z
Mahasiswa Program Studi Farmasi FMIPA Unsrat saat melakukan proses penelitian pembuatan spray hydrogel berbasis nanoselulosa limbah sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen di laboratorium. Istimewa
Mahasiswa Program Studi Farmasi FMIPA Unsrat saat melakukan proses penelitian pembuatan spray hydrogel berbasis nanoselulosa limbah sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen di laboratorium. Istimewa

MANADO, Indimanado.com – Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, mengembangkan inovasi kesehatan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).

Tim tersebut meneliti sistem penghantar spray hydrogel berbasis nanoselulosa limbah sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen sebagai terapi aplikatif untuk ulkus diabetikum atau luka akibat diabetes.

Penelitian berjudul “Inovasi Sistem Penghantar Spray Hydrogel Berbasis Nanoselulosa Limbah Sabut Kelapa Muda dan Ekstrak Daun Kersen sebagai Terapi Aplikatif Ulkus Diabetikum” ini dikembangkan selama periode Mei hingga Agustus 2026.

Inovasi yang dikembangkan berupa sediaan untuk luka yang diaplikasikan melalui penyemprotan. Bentuk sediaan tersebut dirancang agar dapat mengikuti permukaan atau bentuk luka, sehingga penggunaannya lebih aplikatif.

Dalam penelitian ini, limbah sabut kelapa muda diolah menjadi nanoselulosa. Bahan tersebut kemudian dikombinasikan dengan ekstrak daun kersen atau Muntingia calabura L. yang digunakan sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan penyembuhan luka.

Kedua bahan tersebut diformulasikan menjadi cairan spray hydrogel yang dapat disemprotkan pada luka akibat diabetes. Penelitian dilakukan dengan mengembangkan tiga konsentrasi formula nanoselulosa, sementara ekstrak daun kersen digunakan pada konsentrasi 20 persen.

Berdasarkan hasil uji fisik, Formula 3 ditetapkan sebagai formula terbaik untuk kemudian dilanjutkan pada pengujian terhadap hewan coba model diabetes.

Formula 3 Tunjukkan Potensi Percepatan Penyembuhan
Hasil pengamatan selama 14 hari menunjukkan adanya penurunan diameter luka yang sangat signifikan pada hewan coba yang diuji.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa sediaan spray hydrogel berbasis nanoselulosa sabut kelapa muda dan ekstrak daun kersen memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai terapi alternatif dalam membantu mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum.

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat mengalami proses penyembuhan secara lambat dan memiliki risiko infeksi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tim peneliti mengembangkan sistem penghantar sediaan luka yang memadukan bahan alam dan teknologi farmasi.

Meski menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, pengembangan inovasi ini tetap membutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan, efektivitas, stabilitas formula, serta potensi penerapannya pada manusia.

Gabungkan Bahan Alam, Nanoteknologi, dan Pemanfaatan Limbah
Riset mahasiswa Unsrat ini memiliki keunggulan karena mengintegrasikan sejumlah pendekatan dalam satu sistem, yakni pemanfaatan bahan alam, pengolahan limbah, teknologi nanoselulosa, dan teknologi sediaan farmasi.
Sabut kelapa muda yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dimanfaatkan sebagai bahan baku nanoselulosa. Sementara itu, daun kersen digunakan sebagai sumber bahan aktif yang dikombinasikan dalam bentuk spray hydrogel.

Selain berorientasi pada inovasi kesehatan, konsep penelitian tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Didanai Program Kreativitas Mahasiswa
Penelitian ini diketuai Rafael Lanipi, dengan anggota tim terdiri dari Andini Khoiriyah, Haliza Anggraini Wonggo, Elisabeth Debora Pintaria Sinaga, dan Theophilus Poniton Daniel Halomoan Nainggolan.

Tim tersebut mendapatkan pendampingan dari dosen Defny Silvia Wewengkang, SPIK., M.Sc., Ph.D. Penelitian ini juga memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Rafael mengatakan, riset tersebut berangkat dari keinginan untuk memberikan nilai tambah terhadap limbah lokal sekaligus mengembangkan alternatif inovatif dalam penanganan luka diabetes.

“Kami ingin mengubah limbah sabut kelapa muda menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah melalui pengembangan nanoselulosa, kemudian mengombinasikannya dengan ekstrak daun kersen dalam bentuk spray hydrogel untuk mendukung terapi ulkus diabetikum. Kami berharap penelitian ini dapat terus dikembangkan hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rafael, Jumat (11/09/2026).

Dosen pendamping Defny Silvia Wewengkang mengapresiasi kreativitas dan gagasan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa tersebut.

“Penelitian ini memiliki nilai inovasi karena menggabungkan pemanfaatan limbah lokal dengan teknologi nanoselulosa dan sistem penghantaran spray hydrogel,” ungkapnya.

Melalui riset tersebut, mahasiswa Farmasi Unsrat berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi kesehatan, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. (PM/Ajl)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close