Budaya Menabung Pelajar Sulut Meningkat 10,88 Persen, Tembus 568.965 Rekening Budaya Menabung Pelajar Sulut Meningkat 10,88 Persen, Tembus 568.965 Rekening - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Budaya Menabung Pelajar Sulut Meningkat 10,88 Persen, Tembus 568.965 Rekening

22 August 2026 | 23:35 WIB Last Updated 2026-08-22T15:35:29Z
Kepala OJKSulutGo, Robert H.P. Sianipar memberikan sambutan pada kegiatan puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung di Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026).

Manado, Indimanado.comBudaya menabung di kalangan pelajar Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juni 2026, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencatat 568.965 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang menjadi salah satu indikator semakin luasnya akses pelajar terhadap layanan keuangan formal.

Pertumbuhan tersebut tercermin dari penambahan 55.817 rekening dibandingkan Juni 2025, atau meningkat 10,88 persen. Sejalan dengan pertumbuhan jumlah rekening, total dana yang tersimpan juga naik menjadi Rp218,08 miliar, atau tumbuh 7,51 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Perkembangan ini menjadi salah satu indikator dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap 20 Agustus. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk mendorong generasi muda membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak.

Kepala OJK SulutGo, Robert H.P. Sianipar mengatakan, peningkatan jumlah rekening pelajar menunjukkan semakin luasnya akses generasi muda terhadap layanan keuangan.

"Mulailah menabung, sekecil apa pun yang penting konsisten," Kata Robert.

Selain SimPel, upaya memperkuat budaya menabung juga dilakukan melalui program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) serta KEJAR. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak usia sekolah hingga memasuki jenjang pendidikan tinggi.

Puncak peringatan Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung di Sulawesi Utara diikuti sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), satuan pendidikan, serta 16 industri jasa keuangan.

Penguatan budaya menabung dinilai semakin penting karena tingkat literasi keuangan pada kelompok pelajar dan mahasiswa masih sedikit berada di bawah hasil survei secara umum.

Di Sulawesi Utara, indeks literasi keuangan 2026 tercatat 69,98 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,37 persen. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang masing-masing tercatat 69,57 persen dan 93,61 persen.

Namun, tingginya inklusi belum otomatis menunjukkan masyarakat telah memahami seluruh manfaat dan risiko produk keuangan yang digunakan.

Karena itu, edukasi terus dilakukan. Hingga saat ini, tercatat 119 kegiatan edukasi keuangan telah digelar di 12 kabupaten/kota dengan sekitar 90.000 peserta.

"Jadilah Duta Literasi, baik di sekolah, di kampus, dan di lingkungan adik-adik sekalian," katanya.

Pelajar dan mahasiswa juga diajak mengajak keluarga serta lingkungan sekitar untuk meningkatkan kecakapan finansial dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar sekaligus mengelola keuangan.

Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum Hari Indonesia Menabung, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

"Seseorang bisa duduk di tempat teduh hari ini karena ada seseorang yang menanam pohon sejak lama," pungkasnya. (IN/Tim Indimanado)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close