Puluhan Rumah dan Beberapa Tempat Ibadah Rusak, 2 Orang Jadi Korban Akibat Gempa Bumi di Talaud Puluhan Rumah dan Beberapa Tempat Ibadah Rusak, 2 Orang Jadi Korban Akibat Gempa Bumi di Talaud - Media Independen

TERKINI

Iklan

Puluhan Rumah dan Beberapa Tempat Ibadah Rusak, 2 Orang Jadi Korban Akibat Gempa Bumi di Talaud

9 September 2020, 23:56 WIB Last Updated 2020-09-09T15:56:43Z

 


Puluhan rumah dan tempat ibadah di Talaud rusak ringan akibat gempa (Foto Istimewa)


INDIMANADO.COM - Akibat gempa bumi tektonik yang beberapa kali mengguncang Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, 27 rumah Warga dan 4 Tempat Ibadah dilaporkan mengalami kerusakan, Rabu (9/9/2020).


Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi kerusakan di tiga kecamatan akibat gempa tersebut.


"11 unit rumah dan 2 tempat ibadah di kecamatan Beo rusak ringan serta satu orang mendapat jahitan di kepala akibat terkena reruntuhan bangunan," ujar Wakil Bupati Talaud, Moktar A Parapaga.


Di kecamatan Rainis, Delapan unit rumah dan 1 unit tempat ibadah rusak ringan serta satu orang korban mengalami patah tangan dan kaki.


Sedangkan di kecamatan Pulutan, delapan unit rumah serta satu tempat ibadah juga mengalami rusak ringan.


"Besok pagi tim akan turun lokasi untuk menghitung kerugian dan membawa santunan bahan makanan bagi warga," kata Parapaga.


Saat ini menurut Parapaga, pihak pemerintah sudah memberikan bantuan sehari-hari dan membantu pengaturan tempat tinggal untuk para korban.


"Untuk sementara para korban mengungsi ke keluarga mereka yang lain," pungkas Parapaga.


Sementara itu,  gempa bumi susulan kembali mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud. Gempa kali ini berkekuatan Magnitudo 4,3 yang terjadi sekira pukul 22.17 wita.


Kasi Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko mengatakan bahwa episenter gempa bumi berada titik koordinat 4.24 Lintang Utara, 126.76 Bujur Timur pada jarak 28 km Timur Laut Melonguane-Sulut pada kedalaman 44 Km.


"Sudah tujuh kali terjadi gempa susulan dengan kisaran magnitudo minimum M 4,1 dan maksimum M 5,7," ujar Mengko.


(Ss)

Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini

close