Kupang, Indimanado.com - PT. PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, dengan penambahan daya listrik menjadi 555 kVA, dari sebelumnya sebesar 197 kVA.
SPJBTL ini ditandatangani oleh Manager PLN UP3 Kupang bersama Direktur RSPP Betun, di Kupang , Selasa (18/11/2025).
Penambahan daya listrik tersebut, membuka kesempatan bagi masyarakat Kabupaten Malaka, untuk dapat menikmati fasilitas layanan kesehatan yang lebih modern dan setara dengan kota besar.
Tambahan daya listrik ini menjadi fondasi utama bagi transformasi RSPP Betun dalam mengoperasikan serangkaian peralatan medis berteknologi tinggi yang vital, menandai sinergi kuat antara PLN dan fasilitas publik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan.
Direktur RSPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, mengungkapkan bahwa peningkatan daya ini adalah realisasi dari perencanaan jangka panjang.
“Rencana peningkatan daya ini sebenarnya sudah kami persiapkan sejak lima tahun lalu. Karena berbagai kendala, baru saat ini kami bisa menata kembali. Kami menargetkan tahun 2025 rumah sakit ini sudah dapat mengoperasikan seluruh alat canggih yang kami miliki,” ujar dr. Oktelin.
Lebih lanjut, dr. Oktelin menjelaskan bahwa penambahan daya tersebut adalah keharusan mutlak. Peralatan medis modern bantuan Kementerian Kesehatan, seperti CT Scan (membutuhkan 200 kVA), Kateterisasi Lab (200 kVA), X-ray, Hemodialisa, hingga Mamografi (50 kVA), menuntut pasokan listrik yang jauh lebih besar dan sangat stabil.
“Dari total kebutuhan itu, kami harus naik menjadi 555 kVA. Listrik yang andal adalah nyawa bagi alat-alat ini, dan nyawa bagi pasien kami,” tegasnya.
Nikolas Denis Adrian, Manager PLN UP3 Kupang, menyampaikan bahwa PLN memberikan dukungan penuh karena memahami betul krusialnya peran rumah sakit.
“Rumah sakit memerlukan suplai energi yang konsisten dan stabil untuk memastikan alat medis dapat beroperasi optimal tanpa gangguan. Dengan peningkatan daya ini, kami ingin memastikan seluruh peralatan berteknologi tinggi di RSPP Betun bisa berjalan dengan baik, 24 jam sehari,” ungkapnya.
Denis menekankan bahwa peningkatan daya ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan investasi nyata bagi masyarakat Malaka.
“Ketika layanan kesehatan naik kelas, kualitas hidup masyarakat juga meningkat. PLN tentu ingin menjadi bagian dari kemajuan itu. Kami berkomitmen mendukung penuh layanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen PLN untuk wilayah perbatasan.
“Peningkatan daya ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk memastikan masyarakat perbatasan mendapat layanan kesehatan yang modern, layak, dan setara dengan daerah lain. PLN akan terus berada di garis depan mendukung fasilitas kesehatan seperti RSPP Betun,” tegasnya.
Melalui sinergi kuat antara RSPP Betun, pemerintah daerah, dan PLN, Kabupaten Malaka kini bergerak menuju era layanan kesehatan yang lebih lengkap dan kompetitif, yang tidak hanya bermanfaat bagi warga lokal, tetapi juga siap melayani pasien dari negara tetangga. (*)
