INDIMANADO.COM, SULUT - Setelah
memantau mengenai laporan keuangan Bank SulutGo posisi 30 September 2018 secara
keseluruhan terlihat bagus dan boleh dikatakan sehat, dengan LDR 99,31% dan ROE
di atas 20% serta NPL Gross dibawah 2% atau 1,77 %.
Likuiditas
juga cukup baik, jadi secara kesehatan Bank harusnya tidak ada isue, sehingga
kalau terjadi pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) bisa dikatakan
masalahnya bukan di Bank SulutGo tapi di pihak para pemilik saham atau nasabah
yang ingin memindahkan rekeningnya ke pihak lain dan ini tentu sangat
disayangkan, mengingat Bank SulutGo adalah aset Sulawesi Utara yang berharga.
”Bank Sulutgo secara keseluruhan terlihat
bagus dan boleh dikatakan sehat.” - ML Denny Tewu.
ML Denny
Tewu, calon DPD RI 2019-2024 dapil Sulut menyampaikan pandangannya terkait
pemberitaan tentang Pemda di Sulut yang sudah dan rencana pindah kas ke bank
lain dari Bank SulutGo.
Dari data
dan fakta yang ada Akademisi Magister Manajemen Universitas Kristen Indonesia
Jakarta ini memperkirakan kalau ada pemindahan RKUD ke bank lain, lebih kepada
pertimbangan emosional daripada rasional.
Sebagai
pemilik saham seharusnya menunjang operasional perusahan selama direksi dan
komisaris menjalankan tugasnya dengan baik minimal melalui cerminan laporan
keuangan yang baik yang selalu diawasi pihak Otoritas Jasa Keuangan RI.
“Menjadi
aneh kalau perusahaan mencatat keuntungan dengan kinerja keuangan yang sehat
tetapi harus mengambil sikap yang tidak sejalan dengan jajaran direksi dan
komisaris hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), tentu ada hal-hal lain
dibalik kejadian tersebut, inilah yang harusnya dicarikan solusi terbaik bagi
semua pihak untuk kepentingan Sulut yang lebih baik kedepan” tanggap Denny lagi
yang juga Komisaris Utama PT. Asuransi Kresna Mitra Tbk. Dan Presiden Komisaris
PT. Kresna Ventura Kapital Jakarta.
Soal
kesepakatan penyertaan modal terhadap Bank SulutGo, menurut Doktor Manajemen
Bisnis Akuntansi ini perlu dilihat secara transparan, apakah berkaitan dengan
kesehatan perusahaan atau berkaitan dengan tawar menawar jabatan yang bisa
berakibat tidak comply / perform nya suatu perusahaan.
“Sebagai
perusahaan bank yang profesional seharusnya direksi dan komisaris bisa
menuntaskan berbagai perbedaan di antara pemegang saham secara adil dan
profesional demi kelanjutan bisnis perbankan yang sehat,” saran dia.
Denny
menyayangkan kalau ujung dari masalah tersebut dibawa ke ranah politik
mengingat sudah dekatnya Pilkada Gubernur tahun 2020.
“Kalau benar
ini yang terjadi maka kerugian perusahaan adalah kerugian masyarakat banyak,
atau masyarakat Sulut khususnya. Kalau terjadi rush, masyarakat menarik semua
tabungan dari suatu bank hingga terjadi hilangnya kepercayaan nasabah terhadap
Bank tersebut, maka betapa sedih rakyat Sulut melihat tingkah laku kepala
daerah yang tega menghancurkan suatu aset berharga yang telah menjadi
kebanggaan rakyat Sulut,” lanjut dia mengingatkan.
Mantan Ketua
Umum PDS ini pun berharap, setiap pihak sebaiknya memiliki niat yang baik untuk
membangun Sulut secara keseluruhan. Jika suatu saat bupati atau walikota
tersebut nantinya menjadi gubernur, mereka tentunya membutuhkan semua aset
daerah dalam keadaan baik terkendali, bukannya hancur lebur akibat perebutan
kekuasaan.
BUMD
khususnya aset daerah yang berharga seperti Bank SulutGo jangan dirusak hanya
karena keputusan kewenangan kekuasaan semata, mari jadikan Bank SulutGo Ikon
kebanggaan Sulut dan Gorontalo karena torang samua basudara.
“Saya
mengimbau semua kepala daerah menjadi negarawan yang baik. Persaingan dalam
politik adalah hal biasa, tapi utamakan kesatuan dan kepentingan rakyat Sulut
di atas kepentingan pribadi.
Harapan
untuk manajemen Bank SulutGo juga, kiranya tidak hanya mengandalkan kredit
konsumtif PNS sebagai madu karena profit tinggi dengan risiko nol, tapi
mulailah dengan kredit produktif yang fokus untuk pembangunan Daerah khususnya
Sulawesi Utara dan Gorontalo,” saran dia lagi. Kalaupun ada rencana dilakukan
Go Publik / IPO mungkin ini bisa menjadi solusi untuk merekatkan kembali
kebersamaan di Bank SulutGo.
(***)
