Masa Pandemi Covid-19, Gubernur Olly Terus Pacu Infrastruktur Daerah Masa Pandemi Covid-19, Gubernur Olly Terus Pacu Infrastruktur Daerah - Media Independen

TERKINI

Iklan

Masa Pandemi Covid-19, Gubernur Olly Terus Pacu Infrastruktur Daerah

indimanado.com
22 August 2020, 21:30 WIB Last Updated 2020-08-22T13:30:45Z


INDIMANADO.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw di masa pandemi Covid-19 terus menggenjot sarana dan prasarana infrastruktur di Bumi Nyiur Melambai.

Ketika pandemi Covid-19 melanda daerah, ada sejumlah program, kegiatan dan pembangunan yang tersendat, artinya tidak berjalan sesuai agenda kerja yang ditetapkan, akan tetapi bukan berarti terhenti dan tidak berjalan.

Dari sejumlah pembangunan infrastruktur di daerah seperti; Ruas Jalan Provinsi JKP1 sepanjang 926,737 km sesuai dengan SK Gubernur Nomor 135 Tahun 2018, telah mencapai kemantapan 79% pada akhir tahun 2019, dan ditargetkan mencapai 89% kemantapan jalan pada akhir tahun 2020, sesuai dengan target RPJMD.


Begitu juga dengan ruas Jalan Bandara-Likupang yang ditetapkan dengan SK Gubernur Nomor 74 Tahun 2018 dan direvisi dengan SK Nomor 150 Tahun 2020 tentang Penetapan Lokasi Jalan Bandara Likupang.


Ruas jalan Ini merupakan upaya pemerintah untuk memperpendek jarak dan mempersingkat waktu tempuh dari Kota Manado ke KSPN KEK Pariwisata Likupang dengan lebar 2 x 7 meter, 4 lajur, 2 jalur yang saat ini masih dalam penanganan pembebasan lahan, sedangkan untuk perencanaan dan pelaksanaan fisik ditargetkan bisa dioperasikan pada tahun 2021.

Ada juga Jalan Lingkar Marinsow-Pulisan-Pantepal, yang merupakan Jalan Lingkar KEK Likupang, yang sudah selesai perencanaannya, dan saat ini sedang dalam proses pelaksanaan fisik bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Utara, yang ditargetkan terkoneksi dan bisa digunakan pada tahun 2021.


Pemprov Sulut bekerja sama dengan BPJN Sulawesi Utara sedang dalam persiapan pembangunan Manado Outer Ring Road III, pembebasan lahannya hampir rampung, ditargetkan tahun 2021 mulai pelaksanaan fisik.

Begitu pula Pembangunan Jalan Akses Pariwisata Bukit Tetempangan yang sementara dilaksanakan, ditargetkan akhir tahun 2020 jalan ini bisa terkoneksi dengan Bukit Tetempangan.



Pemprov Mengkhususkan Penanganan Eceng Gondok.

Setelah sekian puluh tahun eceng gondok menjadi mimpi buruk bagi warga Kabupaten Minahasa, terutama dalam pemanfaatan potensi Danau Tondano.

Menangani permasalahan ini, penanganan eceng gondok dikhususkan. Prosesnya pengerjaan pembersian eceng gondok sedang dikerjakan, dan pekerjaannya sudah kelihatan.

“Yang dimulai dari proses pendangkalan Danau Tondano, menurunnya debit air Danau Tondano, terancamnya perikanan darat yang menggunakan Danau Tondano sebagai tempat usaha, sampai pada ancaman terhadap potensi wisata Danau Tondano, kini mulai kelihatan titik terangnya,” kata Gubernur Olly.



Ia mengatakan, penanganan eceng gondok mulai dilakukan secara mekanik oleh Tim PUPR Daerah Provinsi dengan menggunakan mesin penghancur.

Pembangunan lainnya, yakni pembangunan jalan Kolongan Kuwil Sawangan sepanjang 10 km merupakan jalan pintas dari jalan Nasional Manado-Bitung ke Jalan Provinsi Tondano-Kembes Manado, sebagai jalan alternatif yang sangat dibutuhkan untuk jalur angkutan hasil-hasil pertanian, jasa perdagangan dan lain-lain yang memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam pergerakkan roda perekonomian.

Pada ruas ini juga ada pembangunan beberapa buah jembatan permanen sesuai dengan standard Bina Marga tahun 2018.

Pembangunan jembatan dan pembangunan kembali beberapa jembatan yang sudah tidak layak bahkan membahayakan pengguna jalan, berlokasi di beberapa ruas jalan provinsi.



Ruas jalan ini meliputi ruas jalan Togid-Kokapoy-Kakenturan (Kab. Bolmong Timur), Ruas jalan Pinogaluman–Dumoga (Kab. Bolmong), ruas jalan Laine-Ngalipaeng-Pintareng (Kab. Kep. Sangihe), ruas Jalan Lirung-Kalongan-Balang (Kab. Kep. Talaud), ruas Jalan SH Sarundajang (Kota Bitung), ruas Jalan Tondano-Remboken-Kakas (Kab. Minahasa), ruas Jalan Remboken Kawangkoan (Kab. Minahasa), ruas Jalan Pontodon-Insil-Palelon (Kota Kotamobagu, Kab. Bolmong, Kab. Minsel), ruas Jalan Ratahan-Amurang (Kab. Mitra, Kab. Minsel), ruas Jalan Pontak-Kalaid-Lobu (Kab. Mitra, Kab. Minsel), dan ruas jalan lainnya.

Demikian juga untuk pembangunan bangunan irigasi dan bangunan pelengkap lainnya, serta pemeliharaan jalan inspeksi dan saluran di Sembilan Daerah Irigasi yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Menurut Kadis PUPR Daerah Provinsi, A.Tamengkel, sementara dalam tahap review Basic Design oleh BPJN Sulut, yaitu Jembatan Bitung Lembeh, dengan anggaran ± Rp 1 Triliun, selesainya Perencanaan Jalan Fly Over Boulevard II, yang akan menghubungkan jalan Ring Road II dengan Jalan Boulevard.


“Begitu pula dengan Rencana Pembangunan Jalan Tol Aermadidi-Amurang yang terus diupayakan Pemprov Sulut dengan Pemerintah Pusat,” kata Tamengkel.


Patutlah dibanggakan ketika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang menjadi salah satu dari lima KSPN Super Prioritas Nasional, yang sementara digenjot dan dikeroyok pengembangannya oleh beberapa stakeholder, dimunculkan dalam Pidato Kenegaraan RUU APBN 2021, dengan lima daerah lainnya, salah satunya Sulut.

“Pembangunan pariwisata tahun 2021 dianggarkan sekitar Rp 14,4 triliun yang diarahkan untuk mendorong pemulihan ekonomi di sekitar pariwisata di lima pengembangan pariwisata, salah satunya pengembangan pariwisata destinasi di kawasan Likupang Sulawesi Utara,” kata Presiden Joko Widodo.

Tentu yang mendengar terkesima apalagi masyarakat Bumi Nyiur Melambai, pasti bangga dan mempertanyakan apa yang menjadi kiat Gubernur Sulawesi Utara, sehingga KEK Likupang diperbincangkan dan masuk dalam APBN 2021.

“Ini adalah kerja keras dan kerja cerdas kita semua, yang selalu mau bekerjasama. Karena tanpa dukungan tokoh masyarakat/pemuka agama, akademisi, stakeholder/pelaku usaha, Pers dan pemerintah setempat, Desa dan kecamatan, terlebih khusus masyarakat di sekitar lokasi, pasti tidak akan berlangsung secepat ini,” ungkap Gubernur Olly.

Dasar inilah sehingga memacu Pemprov, Gubernur Olly Dondokambey selalu dan selalu mengkomunikasikan setiap perkembangan kepada pemerintah pusat, bahkan tak segan menyampaikan langsung kepada Presiden RI. Sehingga dengan demikian menjadi perhatian khusus Joko Widodo, bahkan sudah beberapa kali meninjau dan mengecek langsung lokasi yang ada sampai dimana kesiapan pembangunan KEK ini.

“Saya bersyukur dan bangga mempunyai masyarakat Sulut yang peduli dan mau bekerjasama, bahu membahu, khususnya dalam membangun sarana prasarana infrastruktur, di Sulut pada umumnya dan di area Likupang khususnya. Dan semuanya ini tentu seutuhnya untuk kehidupan kesejahteraan masyarakat Sulut,” ujar Gubernur Olly.

Terkait infrastuktur, banyak yang sudah dilaksanakan dengan target perencanaan yang terukur dan sesuai agenda program kerja yang semuanya akan dituntaskan pada tahun 2021.

“Ini semua dilakukan untuk masyarakat Sulut, karena ketika pembangunan jalan dibuat untuk memperpendek jarak dan mempersingkat waktu tempuh, juga target untuk terkoneksi, ada jalan alternatif, jembatan-jembatan penghubung, termasuk memulihkan eceng gondok di Danau Tondano dengan mesin penghancur ponton pengangkut dan Long Arm untuk menjangkau akar eceng gondok sampai pada kedalaman danau. Maka di sanalah pergerakan roda perekonomian akan berjalan lancar, dan ujung-ujungnya semuanya demi kesejahteraan masyarakat sulut,” terang Gubernur Olly.

(Advertorial)

Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini

close