Polemik Banjir, Komisi I DPRD Manado Turlap ke Kelurahan Malendeng Polemik Banjir, Komisi I DPRD Manado Turlap ke Kelurahan Malendeng - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Polemik Banjir, Komisi I DPRD Manado Turlap ke Kelurahan Malendeng

18 February 2021 | 23:48 WIB Last Updated 2021-06-01T07:26:59Z

LIPUTAN KHUSUS



INDIMANADO.COM – Komisi I DPRD Kota Manado turun lapangan ke sejumlah titik penyebab banjir di Perumahan Welong Abadi Malendeng, Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kamis (18/2/2021).

Turlap dipimpin Sekretaris Komisi I, Boby Daud bersama anggota Robert Tambuwun, dan didampingi tim dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kecamatan Paal Dua dan Kelurahan Malendeng.


“Sesuai kesepakatan pertemuan dengan masyarakat lalu, kami akan melihat dan memeriksa semua titik yang menyebabkan terjadinya banjir di kawasan perumahan Welong,” kata Boda, sapaan akrabnya di sela-sela kunjungan lapangan.

Boby mengatakan, turlap harus dilakukan agar mereka memiliki data riil yang akan digunakan untuk rapat dengan semua pihak terkait. “Ini agar kami bisa menemukan solusi yang tepat bagi masalah ini,” katanya.


Lanjutnya, akan dicarikan solusi terbaik untuk jangka pendek, sehingga ketika hujan nanti, masyarakat di kawasan perumahan tidak was-was lagi dan bisa tidur nyenyak.

Dia pun menegaskan akan menggunakan hak dan kewenangannya sebagai anggota DPRD untuk mendesak pemerintah menyelesaikan masalah tersebut, sebab banyak sekali hal-hal menyusahkan warga yang terlihat di situ.

“Sebagai wakil rakyat, jadi kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi, jangan sampai terjadi sumbatan, meskipun memang tetap mengingatkan pemerintah agar ramah investasi, namun kepentingan rakyat harus diperjuangkan,” tuturnya.


Dari pemantauan di lapangan, tim memulai pemeriksaan di anak sungai di kelurahan tersebut. Diperoleh kondisi anak sungai sudah terjadi penyempitan. Hal ini yang menyebabkan air naik tinggi sampai tiga meter, saat hujan pada tanggal 16, 22 dan 27 Januari lalu.

Tim kemudian melanjutkan pemeriksaan ke gorong-gorong di sebelah timur ring road, dekat jalan ke arah Perumahan Green Hill. Saluran air tersebut juga sudah menyempit dan tertutup semak serta sedimen tanah.

Boby Daud juga selalu menyempatkan untuk mendengar penjelasan perwakilan warga, yakni bapak Balamba, Umar Buchari, serta tim dari Walhi tentang kondisi terkini serta kondisi sebelum terjadinya banjir.


Tim juga menemukan sumber permasalahan banjir di gorong-gorong depan kantor dan pergudangan PT SMA. Pemeriksaan dilanjutkan ke belakangan kawasan pergudangan itu dan memeriksa bagaimana kondisi dan dua danau buatan yang dibangun PT SMA untuk menjadi lokasi resapan air.

Sementara Camat Paal Dua, Glen Kowaas yang ikut bergabung menjelaskan banjir yang terjadi di Welong sudah keempat kalinya terjadi. Kejadian ini lanjutnya, sudah dilaporkan ke pihak PUPR untuk pengusulan pengerukan.

“Pengerukan untuk melancarkan air mengalir supaya tidak naik tinggi dan menyebabkan banjir di rumah warga, namun masih menunggu jawaban dari instansi tersebut,” terang camat.

Anggota Komisi I, Robert Tambuwun meminta agar masing-masing pihak mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Supaya tidak ada yang dirugikan, dan semua aman, baik warga maupun pelaku usaha sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.

Sementara pimpinan PT Bumi Mapan Abadi, Anjar mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana pada Januari lalu itu. Alat berat diturunkan untuk mengeruk dan mengangkut tanah yang terbawa air.

“Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap warga di Welong Abadi,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga, kata Anjar, sudah membangun dua danau buatan sebagai resapan air, dan menyiapkan pompa yang nantinya untuk menyerap dan mengalirkan air kembali ke aliran sungai.

Usai dari PT SMA, Komisi I DPRD Kota Manado bersama tim bergerak ke samping Perumahan Green Hill dan melihat bagaimana kondisi di tempat itu pasca bencana banjir. (acha)
×
Berita Terbaru Update
close