AMURANG, Indimanado.com - Bupati Franky Donny Wongkar, S.H menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) Pembelajaran Mendalam Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Tahun 2025, bertempat di Ballroom Hotel Sutanraja Amurang, Jumat (28/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa FDW membuka secara resmi kegiatan bimtek tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan meningkatkan kompetensi guru sebagai pilar utama pendidikan menengah pertama.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk memastikan pemerataan kesempatan pengembangan kompetensi guru.
Upaya ini merupakan bagian dari agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Program Pembelajaran Mendalam disusun untuk mendorong guru menerapkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, penalaran, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Program ini sekaligus mendukung implementasi kurikulum yang berorientasi pada diferensiasi, asesmen formatif, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran secara adaptif.
Transformasi pendidikan dipandang tidak hanya bertumpu pada kurikulum, tetapi terutama pada kapasitas guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara efektif, kreatif, dan relevan. Karena itu, pelatihan ini diposisikan bukan sebagai agenda teknis semata, melainkan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pendidikan yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sejajar dengan penyediaan sarana pendidikan.
Pemanfaatan perangkat digital seperti smart board interaktif menjadi langkah strategis untuk memperkaya pengalaman belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih visual, kontekstual, dan kolaboratif.
Pendekatan ini mencerminkan esensi Pembelajaran Mendalam, yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan menghubungkan konsep, berpikir kritis, dan berkreasi, bukan sekadar menghafal.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan memahami filosofi digitalisasi pembelajaran serta berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa belajar mandiri dan menyusun pemahaman secara kritis. Peserta juga didorong menjadi agen pengimbasan agar pengetahuan dan praktik baik yang diperoleh dapat disebarluaskan sehingga dampaknya merata di seluruh sekolah.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Dengan landasan nilai kebersamaan, gotong royong, integritas, dan semangat pelayanan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menuju layanan pendidikan yang modern, inklusif, berkarakter Pancasila, dan mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan. (Wesly)
