![]() |
| Lokasi pengolahan. (Foto: Billy Lumintang / indimanado.com) |
Melalui pernyataan dari Jo Hendra, perwakilan pengelola menyampaikan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Kami menghargai perhatian dan masukan dari warga. Keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan adalah hal yang sangat penting bagi kami,” ujarnya, Jumat (20/2/2026) di Manado.
Terkait dugaan penggunaan bahan kimia seperti sianida, pihak pengelola menegaskan bahwa kegiatan operasional dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, masyarakat dan ekosistem. Namun demikian, Ia menyatakan siap membuka diri terhadap pemeriksaan dari instansi berwenang guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Sebagai langkah konkret merespons kritik dan kekhawatiran warga, pihak pengelola menyampaikan beberapa komitmen perbaikan, antara lain:
Menghentikan sementara aktivitas operasional, melakukan penataan ulang sistem pengelolaan agar lebih baik, mengurangi dampak kebisingan alat berat dengan pembatasan jam operasional, serta akan membuka forum dialog bersama warga dan pemerintah desa untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Pihak pengelola juga menegaskan akan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk melengkapi perizinan jika memang terdapat kekurangan administrasi.
“Kami tidak ingin ada kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum agar kegiatan ini berjalan transparan dan tidak merugikan siapa pun dan akan berkontribusi untuk desa sekitar. Saat ini kami juga sedang berupaya agar kegiatan pengolahan ini dibawa naungan koperasi, dan itu sementara berproses,” lanjutnya sambil berharap situasi di Desa Soyowan tetap kondusif. (*)
