PETI di Ratatotok Bakal Didemo KKMT dan LSM di KPK PETI di Ratatotok Bakal Didemo KKMT dan LSM di KPK - Media Independen

TERKINI

Iklan

PETI di Ratatotok Bakal Didemo KKMT dan LSM di KPK

indimanado.com
7 February 2020, 00:32 WIB Last Updated 2020-02-06T17:34:33Z

Gedung KPK. Foto Merdeka.com/Dwi Narwoko


INDIMANADO.COM, JAKARTA – Kemarahan masyarakat terhadap aktivitas Penambang Tampa Izin (PETI) berkapasitas perusahaan di Ratatotok, Kabupaten MInahasa Tenggara (Mitra) sepertinya tak bisa dibendung lagi. Aktivitas PETI yang tak kunjung berhenti, tak kunjung bisa dihentikan ini mendapat perhatian Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Kawanua Minahasa Tenggara (DPP KKMT) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (JABODETABEK).

Ketua DPP KKMT, Micky Watti mengatakan, pihaknya yang terdiri dari semua utusan dua belas kecamatan di Kabupaten Mitra akan ikut serta pada aksi protes masyarakat di Jakarta. Pihaknya bersama sejumlah LSM, baik LSM dari daerah bahkan LSM yang ada di Jakarta akan melakukan aksi protes.

"Kami merasa peduli terhadap keluhan masyarakat terkait pertambangan emas ilegal yang ada di Kabupaten Mitra, terlebih khusus di Kecamatan Ratatotok. (Kami) tinggal menunggu ijin dari pihak kepolisian," ujar Watti.

Sementara, Sekjen LSM Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Nasional (PUSHUKNAS), M. Fazly saat di konfirmasi via Whatsapp, Kamis (6/2/2020) terkait rencana aksi tersebut mengatakan, saat ini dalam tahapan pengurusan surat ijin di Polda Metro Jaya.

"Saat ini kami sementara mengurus ijin dalam aksi demo dalam rangka menindaklanjuti laporan sejumlah masyarakat yang ada di seputaran pertambangan Kecamatan Ratatotok, terkait pertambangan emas yang tidak memiliki ijin," bebernya.

"Dan rencananya, aksi ini akan dilaksanakan di kantor KPK, Mabes Polri, Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan, dan kementerian ESDM, karena datanya sudah lengkap," tambahnya.

Dukungan dari DPP-KKMT dan LSM dari Jakarta, Ketua LSM GEMMA Mitra, Vidi Ngantung mengucapkan terima kasih.

"Atas dukungan dari DPP-KKMT yang diketuai Micky Watti dan LSM PUSHUKNAS, kami atas nama masyarakat sangat berterima kasih, karena kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan pekan depan ini untuk mengawal laporan masyarakat," ujar Ngantung.

Baru-baru ini mereka juga menerima laporan dari masyarakat soal status Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di tambang Ratatotok. Diduga kuat para TKA ini tidak mengantongi izin visa bekerja.

(Bill)

Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini

close