Pertamina Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Jelang Libur Lebaran Pertamina Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Jelang Libur Lebaran - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pertamina Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman Jelang Libur Lebaran

8 May 2021 | 18:57 WIB Last Updated 2021-05-08T10:57:22Z

 

Utamakan pelayanan energi, Executive GM Regional Sulawesi Rama Suhut memberikan apresiasi kepada awak mobil tanki yang tidak merayakan lebaran bersama keluarga dan berpesan untuk mengutamakan pelayanan BBM (Foto Istimewa)

INDIMANADO.COM, Manado - Pertamina regional Sulawesi memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji aman jelang libur hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah meskipun dimomen lebaran kali ini adanya pembatasan arus transportasi yang diperketat.


"Dari sisi stok tetap kita build uo dan kita siagakan seperti kondisi normal. Ada dua dua stok yang pertamina pastikan tetap tersedia, yaitu stok BBM dan elpiji di fuel terminal atau depot pertamina dan juga di SPBU," tutur Executive GM Regional Sulawesi PT Pertamina (Persero) Rama Suhut, Sabtu (8/5/2021).


Pertamina juga telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) dari tanggal 26 April 2021 sampai dengan 30 Mei 2021 untuk memantau ketersediaan stok BBM melalui digital dashboard khusus untuk di SPBE dan Fuel Terminal serta menyiagakan seluruh lembaga penyalur produk pertamina.


"Kita ada media penyaluran yaitu lembaga penyalur, kalau BBM itu ada melaui SPBU yang melayani umum yaitu kendaraan bermotor dan ada juga SPBUN, itu untuk melayani kebutuhan nelayan, kendaraan air. Kalau untuk elpiji melalui agen yang ada," kata Rama Suhut.


Pertamina regional Sulawesi sendiri menurut Rama memiliki 17 fuel terminal BBM, tujuh Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dan tujuh depot Elpiji. Kesemuanya dipastikan selalu menyediakan  produk-produk BBM dan Elpiji aman dan tersedia.


Ketahanan stok sendiri menurut Rama bertahan sekira 10 hari dan akan disupply terus sebelum 10 hari sehingga stok tetap dipertahankan dan tersedia.


"10 hari itu asumsinya bukan dalam 10 hari itu BBM kami habis, tetapi sebelum 10 hari kita ada namanya next supply yang datang, ada dua tiga atau tiga kali penyuplaian, jadi stoknya kita pertahankan, tetap tersedia," ujar Rama.


(ss)

×
Berita Terbaru Update
close