Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk fasilitas lengkap yang menunjang seluruh proses budidaya ayam kampung, mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Bantuan meliputi mesin pengeram dan mesin penetas telur, mesin pencetak pakan pelet untuk efisiensi pakan, mesin pencabut bulu ayam untuk mempercepat pengolahan hasil, serta peralatan pengairan berupa pipa dan profil tank guna mendukung sanitasi kandang. PLN juga menghadirkan bibit ayam kampung serta bahan pengelolaan limbah agar operasional berjalan lebih higienis dan ramah lingkungan.
Tak hanya itu, PLN turut memasang jaringan listrik baru pada dua titik lokasi dengan kapasitas 2.200 VA dan 3.500 VA untuk memastikan proses peternakan dapat berjalan lebih modern dan efisien. Pelatihan teknis mengenai budidaya ayam kampung dan pengelolaan limbah juga diberikan kepada anggota kelompok agar mereka mampu mengelola fasilitas secara mandiri.
Senior Manager Distribusi PLN UID Suluttenggo, Agung Trika Yoosnanto, menegaskan bahwa pemanfaatan listrik dalam sektor peternakan bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui pemanfaatan energi listrik, proses peternakan dapat dilakukan secara lebih modern dan terukur, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Tomohon. Program ini juga merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani seperti ayam dan telur kampung,” ujar Agung.
Program TJSL berbasis elektrifikasi ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antara teknologi dan sektor pangan, sekaligus memperkuat peran PLN dalam mendorong pertanian dan peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. (*)
