![]() |
| Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) Pimpin Gerakan Tanam Padi di Bolmong. |
Gerakan tanam padi tersebut dilaksanakan di hamparan lahan pertanian seluas 30 hektare, dengan sekitar 28 hektare di antaranya telah ditanami padi. Kehadiran Gubernur YSK bersama Bupati Bolmong dan jajaran Forkopimda disambut antusias kelompok tani serta masyarakat Desa Solog, yang menilai keterlibatan langsung kepala daerah sebagai dorongan moral bagi petani.
Dalam sambutannya, Gubernur YSK menegaskan bahwa ketersediaan beras di Sulawesi Utara berada dalam kondisi aman dan terkendali. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras cadangan pemerintah, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Beras kita tercukupi di Sulut. Kita juga rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan membagikan beras cadangan pemerintah, terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru baru-baru ini. Apalagi cuaca cukup ekstrem, jadi harus kita antisipasi agar inflasi bahan pokok tidak terjadi,” ujar Gubernur YSK.
Ia juga menyampaikan capaian positif pengendalian inflasi daerah. Sepanjang tahun 2025, inflasi Sulawesi Utara tercatat sebesar 1,23 persen, menempatkan Sulut sebagai provinsi dengan inflasi terendah ketiga secara nasional. Capaian tersebut, kata YSK, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai langkah lanjutan memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan kembali mendistribusikan lahan pertanian sekitar 2.000 hektare serta menyalurkan bantuan alat dan sarana pertanian. Untuk wilayah Bolmong, Gubernur YSK memastikan bantuan dua unit hand tractor serta lima unit pompa air guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.
“Kita bantu hand tractor, dua unit dari provinsi untuk Bolmong, satu di Solog dan satu mungkin di lokasi lain. Saya juga akan berikan lima pompa air agar saat musim kemarau nanti, panen kita tidak tergantung hujan,” jelasnya.
Gubernur juga mengingatkan petani agar mengelola hasil panen secara bijak, dengan menyeimbangkan antara konsumsi dan penjualan, serta menghindari penimbunan yang berpotensi memicu inflasi. Ia menekankan peran Bolmong sebagai salah satu daerah penyangga pangan bagi wilayah lain di Sulawesi Utara.
Menanggapi keluhan terkait lahan pertanian yang belum tergarap akibat akses jalan yang terbatas, YSK memastikan dukungan penuh pemerintah provinsi. Ia menyatakan kesiapan untuk menurunkan alat berat guna membuka akses dan melanjutkannya dengan pembangunan infrastruktur jalan demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Data menunjukkan, produksi beras Sulawesi Utara pada tahun 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan sekitar 233 ribu ton. Peningkatan ini tidak terlepas dari upaya lobi Gubernur YSK ke pemerintah pusat yang menghasilkan bantuan alat dan mesin pertanian serta benih senilai kurang lebih Rp65 miliar sepanjang tahun 2025.
Melalui gerakan tanam padi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan, menekan inflasi, dan mendorong kesejahteraan petani sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)
