Dalam kunjungan tersebut, Komisaris Independen didampingi oleh M. Risbudiharta selaku Anggota Komite Non Komisaris Manajemen Risiko, serta jajaran manajemen PT PLN (Persero) Divisi Audit Konstruksi, Pembangkit dan EBT, PLN Enjiniring selaku pengelola Operasi dan Maintenance (O&M) PLTMG Luwuk, serta PLN UP3 Luwuk sebagai unit distribusi di wilayah layanan.
Dalam kunjungannya Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Luwuk–Toili saat ini berada dalam kondisi prima. PLTMG Luwuk telah beroperasi secara penuh sehingga tidak ada lagi kekurangan daya mampu di wilayah tersebut. Sebaliknya, sistem saat ini memiliki surplus daya sebesar 9 Megawatt (MW) yang siap digunakan untuk melayani pelanggan baru dan mendorong geliat ekonomi daerah.
“Keandalan sistem kelistrikan harus didukung oleh pengelolaan pembangkit yang efisien dan profesional. Hal ini penting agar pelayanan listrik kepada masyarakat dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Ali Masykur Musa.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha PLN Enjiniring, Kurnia Rumdhony, menjelaskan bahwa sebagai pelaksana O&M, PLN Enjiniring memastikan PLTMG Luwuk beroperasi secara andal dan efisien.
“Dengan beroperasinya PLTMG Luwuk ini, kita mampu menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik di sistem kelistrikan Luwuk secara signifikan. Efisiensi ini, ditambah dengan adanya surplus daya, merupakan modal kuat untuk menumbuhkan sektor industri dan memacu peningkatan ekonomi di Kabupaten Banggai,” jelas Kurnia.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) Usman Bangun, menegaskan bahwa dari sisi distribusi, PLN memastikan kesiapan jaringan dan sinergi antarunit berjalan optimal guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.
“PLN terus memperkuat koordinasi antarunit, mulai dari pembangkitan hingga distribusi, agar pasokan listrik kepada masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Banggai dapat tersalurkan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” Tutur Usman Bangun.
Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah preventif melalui pemeliharaan jaringan secara rutin dan penguatan koordinasi operasional.
“Kami fokus memastikan listrik yang dihasilkan pembangkit dapat tersalurkan secara andal kepada pelanggan. Sinergi antarunit ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan kelistrikan di Kabupaten Banggai,” ungkap Ridwan.
Sebagai salah satu infrastruktur strategis di Sulawesi Tengah, PLTMG Luwuk memanfaatkan gas bumi lokal sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pembangkit ini dirancang untuk memperkuat sistem isolated Luwuk–Toili, memiliki fleksibilitas operasi tinggi, serta mampu merespons perubahan beban listrik secara cepat (fast start), sehingga menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi bagi pelanggan rumah tangga maupun sektor industri di Kabupaten Banggai. (*)
