Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Sulawesi Utara Turun Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Sulawesi Utara Turun - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Sulawesi Utara Turun

9 September 2017 | 22:31 WIB Last Updated 2020-01-27T16:07:23Z

indimanado.com, SULUT - Slogan Sulut Hebat bukan hanya menjadi kata atau teori semata, hal ini dibuktikan dengan kerja nyata kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw.

Berbagai sektor pun dipacu, dari proyek yang bersumber dari APBN, yang disebut mega proyek, seperti pembangunan Infrastruktur KEK, Tol, dan lain sebagainya.

Termasuk pembangunan di berbagai sektor, pendidikan, ekonomi, pariwisata, olaraga, perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga ketenaga kerjaan.

Di bidang SDM, ketenaga kerjaan, belum lama ini pemerintah provinsi sulut membangun kemitraan dengan Jepang, Australia. Sementara di daerah sendiri, pemprov Sulut, terus melakukan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan, dimana per triwulan melaksanakan Job Fair atau Bursa Kerja.

Berbagai terobosan tersebut berdapak pada berbagai sektor pula, termasuk
angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Sulawesi Utara.


Pada Seminar Perkembangan dan Outlook Perekonomian yang dilaksanakan di Manado, Jumat (08/09/2017) pagi, Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Sekretaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen SE MS mengatakan angka kemiskinan dan pengangguran menurun.

"Perekonomian Sulawesi Utara senantiasa menunjukan progres yang menjanjikan, antara lain terindikasi dengan menurunnya angka kemiskinan menjadi 8,10 persen serta tingkat pengangguran terbuka, yakni 6,12 persen," ungkap Sekdaprov Edwin Silangen SE MS.

Meskipun demikian, dijelaskan Edwin Silangen, tidak bisa dipungkiri bahwa kedepan dinamika pembangunan di sektor perekonomian akan senantiasa sarat dengan tantangan dan peluang.

"Bahkan pada triwulan kedua tahun 2017 ini, berdasarkan berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dirilis Bulan Agustus, perekonomian Sulut tumbuh sebesar 5,80%, melambat bila dibandingkan dengan triwulan yang sama Tahun 2016," ujarnya.

Oleh karenanya, diperlukan sinergitas dengan semua pihak terkait untuk menyikapi berbagai dinamika tantangan yang kemungkinan terjadi serta mengoptimalkan pencapaian l sasaran di bidang perekonomian daerah pada triwulan III dan kedepannya.

"Tentu sangat disadari bahwa upaya-upaya atau program yang dikerjakan sangat membutuhkan pemantapan, penyelarasan, sinergitas serta berbagai masukan dan informasi berharga dari segenap pihak terkait, utamanya Bank Indonesia," pungkasnya.(hm/indi)

Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close