Cepat Tanggap, Gubernur Olly Bantu Gereja Germita Yang Terbakar di Beo Selatan Talaud Cepat Tanggap, Gubernur Olly Bantu Gereja Germita Yang Terbakar di Beo Selatan Talaud - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Cepat Tanggap, Gubernur Olly Bantu Gereja Germita Yang Terbakar di Beo Selatan Talaud

15 December 2017 | 07:07 WIB Last Updated 2020-01-27T16:06:47Z
Kadis Sosial Sulut, dr Grace Punuh MKes saat membawa bantuan di Kabupaten Kepulauan Talaud

indimanado.com, TALAUD - Cepat tanggap, inilah istilah tepat untuk menggambarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kendali Gubernur Olly Dondokambey SE.

Mendengar terjadinya bencana kebakaran yang menimpa Gedung Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) Lungkangunaung di Desa Matahit, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (13/12/2017) pekan ini, Gubernur Olly langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dr Grace Punuh MKes bersama tim untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.

Dihadapan para masyarakat Talaud yang menantinya, Grace didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Talaud yang diketahui bersama Wakil Bupati Talaud, Petrus Tuange menyatakan rasa prihatinnya atas peristiwa tersebut, dan dirinya berharap agar mayarakat Talaud dapat sabar serta diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Pada kesempatan itu juga Punuh memberikan bantuan tenda yang diterima langsung Wakil Bupati, Tuange.

"Ini bentuk kepedulian dari OD-SK dalam merespon setiap keadaan yg terjadi pada masyarakat di daerah nyiur melambai tercinta," ujar Punuh saat melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran.

Ia juga menerangkan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Sulut adalah untuk membantu masyarakat melewati masa awal pasca terjadinya bencana kebakaran itu.

"Kehadiran kami disini selain mengunjungi, kami juga merasakan apa yang dialami masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulut kepada warganya, yakinlah, kami akan selalu hadir disaat warga masyarakat membutuhkan bantuan," ujarnya.

Adapun jumlah kerugian akibat kebakaran itu menurut Pdt Nurce Araginggang, diperkirakan mencapai satu miliar rupiah.

Diketahui, kebakaran siang itu diketahui pertama kali oleh Veronika Lengsehang (38), warga desa setempat. Dituturkannya kepada petugas, ia melihat asap keluar dari kabel listrik yang tersambung ke gereja.

Saat itu juga, saksi melihat api mulai menyala di plafon gereja bagian depan. Ia lalu berlari menuju pastori yang berada di samping gereja untuk memberitahukan kejadian ini kepada pendeta gereja setempat.

Dalam waktu singkat, warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin siang itu cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar hingga menghanguskan plafon serta bangunan gereja.

Sesaat usai mendapat laporan dari warga, Kapolsek Beo, AKP Atoneng Dalehade bersama beberapa personel bergegas mendatangi lokasi kebakaran. Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Talaud juga tiba untuk melakukan olah TKP.

Dikatakan Kapolsek Beo, kebakaran ini diduga akibat kabel listrik yang mengalami korsleting. "Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini," ujarnya.

Sementara, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

(Tim/alfa jobel)

Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close