Aksi Brutal Cakram Dan Panah Wayer Di Ratatotok: Pendeta Muda Dikejar dan Nyaris Dibacok Saat Gendong Anak Aksi Brutal Cakram Dan Panah Wayer Di Ratatotok: Pendeta Muda Dikejar dan Nyaris Dibacok Saat Gendong Anak - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Aksi Brutal Cakram Dan Panah Wayer Di Ratatotok: Pendeta Muda Dikejar dan Nyaris Dibacok Saat Gendong Anak

6 April 2026 | 11:21 WIB Last Updated 2026-04-06T03:21:18Z
Pendeta Muda yang nyaris dibacok. (Foto istimewa)

MITRA, Indimanado.com - Keributan yang berujung aksi penyerangan brutal terjadi di salah satu kafe remang-remang di wilayah Ratatotok pada Minggu malam (5/4/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Insiden ini diduga dipicu oleh sekelompok orang dalam pengaruh minuman keras yang membuat keributan di lokasi yang dikenal kerap menjadi tempat praktik prostitusi.

Menurut keterangan warga sekitar, situasi mulai memanas ketika masyarakat yang tinggal di dekat lokasi menegur para pelaku. Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik.

Salah satu terduga pelaku yang telah dikantongi identitasnya oleh pihak kepolisian, berinisial Oce K, justru pulang dan kembali dengan membawa sejumlah rekannya.

Tak lama berselang, kelompok tersebut diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam, di antaranya cakram dan panah wayer. Aksi ini sontak menimbulkan kepanikan di tengah warga.

Salah satu korban dalam insiden tersebut adalah Pdm. Ev. Hendra M. Ia menjadi target pengejaran oleh sekitar empat orang pelaku yang membawa senjata tajam. Dalam kondisi panik, Hendra terpaksa melarikan diri ke arah rawa-rawa sambil menggendong anak perempuannya yang turut ketakutan menyaksikan kejadian tersebut.

Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai pihak. Aktivis Deddy Rundengan mendesak pihak kepolisian, khususnya Kapolres setempat, untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.

Selain itu, Deddy juga meminta aparat penegak hukum untuk segera menertibkan lokasi-lokasi kafe remang-remang di wilayah Ratatotok yang dinilai kerap menjadi sumber gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut serta memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan. (Bill69)
Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close