Warga Bumbungon Kelukan Kondisi Sungai dan Kelangkaan Pupuk Warga Bumbungon Kelukan Kondisi Sungai dan Kelangkaan Pupuk - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Warga Bumbungon Kelukan Kondisi Sungai dan Kelangkaan Pupuk

16 December 2017 | 07:07 WIB Last Updated 2020-01-27T16:06:49Z
Foto Istimewa/Reses Anggota DPRD Sulut, Jems Tuuk

indimanado.com, BOLMONG - Masyarakat di Desa Bumbungon,  Kecamatan Dumoga Timur,  Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), kelukan kondisi sungai Ongkak yang melewati areal rumah warga.

Dikarenakan air sungai sering meluap, terlebih jika musim penghujan datang.

Keluhan ini, disampaikan Agus Warouw saat Reses Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Ir Julius Jems Tuuk, Kamis (14/12/2017).

"Kami minta Pak Jems Tuuk menyampaikan ke pemerintah agar  melakukan normalisasi sungai Ongkak, dengan membangun Talud atau bronjong sepanjang 2 Km di bantaran sungai. Ini sudah meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat," ujar Warouw.

Keluhan lain juga datang dari Julius Langi, dimana Dia menyampaikan soal kelangkaan pupuk untuk tanaman jagung.

"Bibit jagung sudah terealisasi, namun pupuk belum ada. Pupuk sangat langka dan sulit didapat petani," tambah Julius.

Menanggapi keluhan warga, Tuuk mengatakan akan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat apabila hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

"Intinya yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan kita perjuangkan mulai dari program infrastuktur pasar bersih di Dinas Koperasi hingga pengadaan bibit jagung berkualitas," katanya.

Namun, Ia menjelaskan bahwa semua komunikasi masyarakat dengan pemerintah harus lewat proposal sesuai Undang-Undang.

"Walaupun instansi terkait ingin membantu, tapi tidak ada proposal maka tidak bisa dibantu. Ketika ini menjadi temuan, maka pejabat di instansi tersebut harus menggantinya karena auditor akan menanyakan dasar apa diberikan bantuan," terang politisi PDI-P ini.

Terkait normalisasi sungai Ongkak, Tuuk menegaskan kalau itu bukan kewenangan pemerintah provinsi melainkan Balai Sungai.

Sementara itu, terkait aspirasi mengenai kelangkaan pupuk, Tuuk yang merupakan personil Komisi I DPRD Sulut berjanji akan berkoordinasi pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan pupuk tersebut.

Selain normalisasi sungai dan kelangkaan pupuk, hal lain yang disampaikan warga yakni, infrastruktur MCK serta irigasi sawa yang tidak jalan.

(*)

Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close