![]() |
| Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan saat menyampaikan langkah antisipasi dan mitigasi Pemprov Sulut. Foto Alfa J. Liando/Indi Manado |
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama yakni Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, Kepala Balitbangda Sulut Jani Lukas, serta Kepala Dinas Kominfo, Persandian, dan Statistik Zainudin Saleh Hilimi didampingi Kabid Clief Wangke serta Staf Khusus Gubernur Sulut Ichal Ali.
Antisipasi Dampak Kemarau Panjang
Dalam diskusi tersebut, Asisten II Jemmy Ringkuangan menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang menjadi fokus utama. Mengacu pada data BMKG, Pemprov Sulut kini fokus pada tiga aspek krusial:
• Ketahanan Pangan: Memastikan ketersediaan stok pangan tetap mencukupi.
• Penyediaan Cadangan Air: Mitigasi kebutuhan air untuk masyarakat.
• Mitigasi Potensi Kebakaran Lahan.
"Langkah strategis yang dilakukan Pemprov Sulut menyikapi El Nino, tentunya ketahanan pangan harus terjaga,” ujar Ringkuangan.
Ia juga memastikan ketersediaan pangan masyarakat tetap mencukupi, namun ketersediaannya stok pangan harus ditambah seiring peningkatan kebutuhan aktifitas ekonomi terlebih di perkotaan serta masuknya wisatawan dan para pelintas. Hal ini telah diantisipasi. Koordinasi telah dilakukan dengan dinas-dinas terkait termasuk kabupaten/kota guna memastikan langka antisipatif optimal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas pangan, dinas pertanian dan perkebunan. Saya minta mereka menyurat ke kabupaten/kota untuk mengantisipasi El Nino ini,” tegas Ringkuangan. Ia juga memastikan bahwa stok BBM dan LPG saat ini dalam kondisi aman.
Selain pangan, langkah antisipasi juga mencakup penyediaan cadangan air serta mitigasi potensi kebakaran lahan.
“Kita juga butuh cadangan air, sehingga kami meminta ke pusat untuk dibantu pompanisasi,” tambahnya.
Riset Berbasis Isu Aktual
Dari sisi penelitian, Kepala Balitbangda Sulut Jani Lukas menjelaskan arah kebijakan riset daerah yang akan lebih tajam pada persoalan strategis seperti stunting, pertambangan, perlindungan anak, hingga dampak El Nino.
"Penelitian harus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kami melibatkan tenaga ahli, termasuk dari perguruan tinggi seperti ITB jika dibutuhkan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan isu yang perlu dikaji," jelas Lukas.
Diseminasi Kebijakan Gubernur
Kepala Dinas Kominfo, Zainudin Saleh Hilimi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif JIPS. Ia menekankan bahwa di era digital, informasi terkait program Gubernur Yulius Selvanus harus sampai ke publik secara utuh dan akurat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan arahan Gubernur Yulius Selvanus dipahami secara benar oleh publik, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kominfo terus memperkuat sinergi dengan media, termasuk Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), agar narasi pembangunan yang dibawa Gubernur dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
"Terima kasih untuk program JIPS dalam diskusi seperti ini," tutupnya.
Ruang Komunikasi Terbuka
Sementara Koordinator JIPS, Ronald Rompas, menyatakan bahwa Coffee Morning ini merupakan wadah rutin untuk membangun komunikasi terbuka antara wartawan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ini menjadi ruang untuk mengetahui perkembangan daerah sekaligus menyamakan persepsi. Harapannya, tercipta sinergi kuat agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan kebijakan pemerintah lebih responsif," pungkas Rompas. (Ajl)
Dari sisi penelitian, Kepala Balitbangda Sulut Jani Lukas menjelaskan arah kebijakan riset daerah yang akan lebih tajam pada persoalan strategis seperti stunting, pertambangan, perlindungan anak, hingga dampak El Nino.
"Penelitian harus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kami melibatkan tenaga ahli, termasuk dari perguruan tinggi seperti ITB jika dibutuhkan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan isu yang perlu dikaji," jelas Lukas.
Diseminasi Kebijakan Gubernur
Kepala Dinas Kominfo, Zainudin Saleh Hilimi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif JIPS. Ia menekankan bahwa di era digital, informasi terkait program Gubernur Yulius Selvanus harus sampai ke publik secara utuh dan akurat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan arahan Gubernur Yulius Selvanus dipahami secara benar oleh publik, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kominfo terus memperkuat sinergi dengan media, termasuk Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), agar narasi pembangunan yang dibawa Gubernur dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
"Terima kasih untuk program JIPS dalam diskusi seperti ini," tutupnya.
Ruang Komunikasi Terbuka
Sementara Koordinator JIPS, Ronald Rompas, menyatakan bahwa Coffee Morning ini merupakan wadah rutin untuk membangun komunikasi terbuka antara wartawan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ini menjadi ruang untuk mengetahui perkembangan daerah sekaligus menyamakan persepsi. Harapannya, tercipta sinergi kuat agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan kebijakan pemerintah lebih responsif," pungkas Rompas. (Ajl)

