Hadapi Idul Fitri, Gubernur Olly Optimis Inflasi Terkendali Hadapi Idul Fitri, Gubernur Olly Optimis Inflasi Terkendali - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hadapi Idul Fitri, Gubernur Olly Optimis Inflasi Terkendali

20 May 2019 | 21:58 WIB Last Updated 2020-01-27T16:03:47Z


INDIMANADO.COM, SULUT - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey optimis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulut mampu mengendalikan inflasi utamanya dalam pengendalian ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga dalam menghadapi hari raya Idul Fitri.

Menurutnya deflasi pada bulan April sebesar 1,27 persen merupakan tabungan yang baik menghadapi Idul Fitri 2019.

“Angka ini juga memotivasi kita meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 hingga 6,7 persen dan inflasi 2,7 plus minus 1 persen pada tahun ini,” ucap Olly saat menghadiri rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Senin (20/5/2019) siang.

Disamping itu, menurut Olly, sejak dibentuknya TPID Sulut, tingkat inflasi dari tahun ke tahun menunjukkan perkembangan sangat baik.

“Karena dapat menjaga inflasi, kita mendapatkan satu penghargaan inflasi terbaik se Sulawesi. Inilah yang harus dijaga. Karena, untuk apa pertumbuhan ekonomi tinggi, jika inflasi juga tinggi. Maka hal itu tidak ada nilainya,” tandas Olly.


Kendati demikian, Olly juga mengingatkan TPID untuk mewaspadai gejolak harga Barito yang biasa terjadi menjelang Idul Fitri dan perayaan keagamaan lainnya.

“Komoditi Barito perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan inflasi. Saya yakin TPID mampu menjaga inflasi,” beber Olly.

Menariknya, orang nomor satu di Sulut ini mengatakan Pemprov Sulut akan mendatangkan pasokan cabai dari Surabaya untuk menstabilkan harga cabai yang sempat menyentuh harga 120 ribu rupiahper kilogram.

Olly menegaskan bahwa intervensi yang dilakukan tidak merugikan petani dan pedagang. Pasalnya ketika harga sudah stabil maka pasokan dihentikan.

“Intervensi hanya hanya untuk stabilitas harga. Artinya jangan sampai lebih dari 50 ribu rupiah per kilogram. Makanya pasokan dilakukan hanya sebesar 20 ton per hari,” imbuh Olly.

HLM TPID Sulut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekdaprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut.

(*)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close