HOME

Hillary Lasut Harap Mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Bersikap Kritis


INDIMANADO.COM, SULUT - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut), Hillary Brigita Lasut berharap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado bersikap kritis. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan dan garda terdepan dalam pembangunan Indonesia.

“Saya senang mahasiswa tampil terdepan dalam pembangunan Indonesia. Sebagai bagian dari generasi milenial kita sepatutnya harus berbangga,” ujar Anggota DPR RI asal Sulut, Hillary Brigita Lasut dalam seminar bertema Program Legislasi Nasional dalam Pembaruan Hukum dan HAM yang digelar Fakultas Hukum Unsrat Manado, Rabu (23/10/2019).

Wanita kelahiran Manado 22 Mei 1996 ini juga menantang mahasiswa bersikap kritis soal kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.

“Jujur saja saya yang belum lama dilantik sebagai wakil rakyat melihat bagaimana pergulatan politik nasional. Namun saya bangga sebagai generasi muda Sulut mampu berkiprah di tingkat nasional. Semoga apa yang saya lakukan bisa menginspirasi mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat yang terkenal kritis,” kata putri dari Bupati Talaud terpilih, Elly Lasut.

Ia juga menyinggung pembangunan karakter generasi muda terutama mahasiswa. “Sejak dini pembangunan karakter sudah ditanamkan sehingga ketika menjadi pemimpin maka benar-benar pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia juga memberi komentar terkait tindakan tak terpuji seorang siswa SMK di Manado yang menikam gurunya hingga tewas.

Lulusan Universitas Pelita Harapan Jakarta ini sangat menyayangkan kejadian yang terjadi pada seorang guru yang tewas dianiaya siswanya. “Saya sangat menyayangkan. Ini merupakan tragedi yang nyata di Sulut yang menjadi sorotan dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia juga tak menduga kasus seperti ini menerpa generasi muda Sulut. Karena itu dia menekankan agar pendidikan karakter dilakukan dalam keluarga, dimulai dari rumah.

"Orangtua biasa menekankan kepada anak mereka agar respek terhadap guru. “Intinya saya ikut prihatin,” ujarnya.

Dalam seminar itu puluhan mahasiswa dan dosen begitu antusias bertanya kepada Hillary. Mulai dari sepak terjang dia sejak bangku sekolah, tips-tips kesuksesan, hingga soal status ayahnya yang belum dilantik Bupati Talaud. Selain itu, banyak aspirasi disampaikan mahasiswa untuk pemerintah.

(alfa jobel)

Komentar