Olly Bantah Tak Perhatikan Keluhan Petani Cengki Olly Bantah Tak Perhatikan Keluhan Petani Cengki - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Olly Bantah Tak Perhatikan Keluhan Petani Cengki

21 August 2020 | 21:39 WIB Last Updated 2020-08-23T13:40:03Z
Olly Dondokambey saat Musyawarah Anak Cabang PDI Perjuangan se-Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis (20/8/2020). 

INDIMANADO.COM - Tudingan sejumlah oknum yang dialamatkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), karena dinilai tidak peka dengan keluhan Petani Cengkih, terlebih dengan anjloknya harga cengki dibantah Gubernur Olly Dondokambe.

Menurut Olly, sampai saat ini pihaknya terus berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat termasuk para Petani Cengkih ke Pemerintah pusat.

“Bukti kongkritnya belum lama ini kami telah berhasil memperjuangkan pengurangan PPN Cengkih ke pak Presiden. Dan hasilnya PPN yang sebelumnya dibebankan ke pedagang sebesar 10 persen, kini tinggal 1 persen,” tandas Ketua DPD PDI-P Sulut menjawab pertanyaan para kader PDI-P saat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI P se-Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis (20/8/2020).

Lanjutnya, dengan pengurangan PPN dari 10 persen menjadi 1 persen, secara otomatis bukan hanya menguntungkan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas pertanian seperti Cengkih, tetapi juga bagi para pedagang.

“Saya juga heran kenapa setelah pengurangan PPN Cengkih, harga beli masih murah. Nanti saya akan menyurat ke pabrikan pembeli cengkih,” ujar OD disambut aplause para kader dan simpatisan PDIP Minsel.

Kendati demikian OD menegaskan bahwa selaku pemerintah pihaknya tidak dapat mengatur harga cengkih. Sebab menurut Bendahara Umum PDI-P ini, harga komoditas ditentukan oleh mekanisme pasar.

“Harga Cingke urusan pedagang dan pihak pabrikan. Nah, terus merosotnya harga Cengkih saat ini kemungkinan karena dipengaruhi oleh situasi pandemi covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Itu sebabnya sejumlah perusahaan besar pembeli cengkih di Indonesia belum melakukan pembelian dikarenakan ada beberapa karyawan yang terpapar virus corona sehingga perusahaan tersebut belum berproduksi,” tutur Olly.

“Tapi selaku pemerintah saya tetap berkomitmen memperjuangkan nasib Petani agar sejahtera,” tandas Olly.

Olly juga mengajak dan berharap para petani cengkih untuk senantiasa bersabar dan bersyukur menikmati berkat Tuhan, meskipun harga jual cengkih di tingkatan pengepul saat ini kurang memuaskan karena hanya dihargai Rp 48 Ribu hingga 50 Ribu per Kilo gram.

(*/JL)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close