RS Kandou Tangani Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Indonesia Timur RS Kandou Tangani Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Indonesia Timur - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

RS Kandou Tangani Operasi Transplantasi Ginjal Pertama di Indonesia Timur

18 March 2023 | 21:03 WIB Last Updated 2023-03-18T13:05:03Z

Dirut Jimmy Panelewen: Semua Persiapan Sesuai Aturan Regulasi


RSUP Prof Dr R D Kandou Manado mengukir prestasi baru setelah sukses melakukan operasi pasien Transplantasi Ginjal  yang merupakan kali pertama dilakukan di kawasan Indonesia Timur. (Foto: Indimanado.com/Dwi)
RSUP Prof Dr R D Kandou Manado mengukir prestasi baru setelah sukses melakukan operasi pasien Transplantasi Ginjal  yang merupakan kali pertama dilakukan di kawasan Indonesia Timur. (Foto: Indimanado.com/Dwi)

MANADO, Indimanado.com - RSUP Prof Dr R D Kandou Manado mengukir prestasi baru setelah sukses melakukan operasi pasien Transplantasi Ginjal  yang merupakan kali pertama dilakukan di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Direktur Utama RSUP Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, operasi transplantasi ginjal memakan waktu sekitar 4 jam lebih bisa berjalan dengan baik dan sukses.

“Kami bersyukur operasi berjalan lancar di mata saya, ini juga diakui oleh tim transplantasi. Persiapan sungguh dilakukan sesuai aturan regulasi,” ungkap Dirut Jimmy Panelewen, dalam konferensi pers di Gedung CVBC RSUP Kandou Sabtu (18/3/2023).

Hal ini pun merupakan hal yang membanggakan, mengingat kegiatan tersebut merupakan sebuah layanan berbasis publik.

Sifatnya monumental karena merupakan kegiatan perdana, bahkan perdana di Indonesia timur.

Meski awalnya rencana tersebut sempat terkendala dan usai COVID baru terakselerasi karena merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kesehatan dan RSUP Kandou selalu berupaya keras menjawab program nasional.

“Ini kerja semua jajaran RSUP Kandou yang didukung tim pengampuh. Saya juga sampaikan terima kasih bagi pimpinan di Kementerian kesehatan bekerja luar biasa,” katanya.

Tak lupa dirinya juga berterima kasih atas dukungan dan topangan doa dari seluruh masyarakat. Dirinya berharap agar hal ini tidak hanya sekedar seremonial belaka.

“Tentu didasari niat dan semangat, serta roh kegiatan ini adalah membantu masyarakat,” katanya.

Sebab, walaupun ditanggulangi oleh BPJS, tapi jika dikerjakan di Jakarta, keluarga pasti mengeluarkan uang lebih dari itu, misalnya untuk akomodasi dan lainnya, sementara kalau di RSUP Kandou, biaya bisa diminimalisir.

“Operasi sudah selesai, tapi kegiatan ini belum selesai. Dan untuk ahap awal saya mohon doa agar pasien bisa selamat," ujarnya sembari berharap hal ini dapat dilaksanakan secara reguler, karna  setelab lima kali melakukan operasi bersama tim pendamping dari RSCM, maka sesudah itu  RSUP Kandou sudah bisa melakukan  secara mandiri.
 
Ketua Tim Transplantasi Ginjal RSUP Kandou Manado, dr Wim Damopolii SpB SpU MM Mkes saat menyampaikan laporannya mengatakan  ini merupakan catatan sejarah yang akan mengubah pelayanan rumah sakit maupun pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Persiapan yang dilakukan meliputi berbagai aspek klinis dan berbagai disiplin ilmu terlibat di rumah sakit, maupun dari luar.

"Meski melewati berbagai catatan dan kendala, namun Ia bersyukur mampu diatasi, seperti karena COVID maka baru bisa direalisasikan.Tim transplantasi ginjal bersama dengan kawan-kawan dari RSCM yang memberikan supervisi maksimal telah membuat semua berjalan lancar sesuai yang direncanakan dan diharapkan,” pungkasnya.

Berikut  tim dari  RSCM yang turut mendampingi yakni
 Dr dr Nur Rasyid SpU(K), dr Gerhard Reinaldi Situmorang SpU(K) PhD, Dr dr Dita Aditianingsih SpAn-KIC, Dr dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH, dr Alfan Mahdi Nugroho SpAn KAR KAO, dr Sahat Basana Romanti Ezer Matondang SpRad(K), Ns Depi Noprita SKep, Ns Shofia Maya Ulfah SKep. (Dwi)
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close