Harapan Berujung Duka, Nelayan Basaan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan Tumbak Harapan Berujung Duka, Nelayan Basaan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan Tumbak - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Harapan Berujung Duka, Nelayan Basaan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan Tumbak

29 August 2025 | 22:50 WIB Last Updated 2025-08-29T14:50:09Z
Mayat yang ditemukan warga. (Foto istimewa)

MITRA, Indimanado.com - Harapan keluarga untuk menemukan Baim Kalipe (55), nelayan asal Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, akhirnya kandas dengan kabar duka. Setelah beberapa hari pencarian tak kunjung membuahkan hasil, jasadnya ditemukan mengapung di perairan Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 17.00 WITA.

Suasana haru bercampur pilu menyelimuti warga pesisir Tumbak saat tubuh korban dievakuasi. Kondisinya sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Korban masih mengenakan baju biru langit dan celana pendek hitam, pakaian terakhir yang melekat saat ia berangkat melaut.

Penemuan itu bermula ketika dua warga Tumbak, Apriadi Laode (37) dan Faisal Modeong (40), melihat sesuatu terapung di tengah laut. Ketika didekati, keduanya terkejut mendapati bahwa benda tersebut adalah sesosok manusia tak bernyawa.

Dengan hati bergetar, mereka segera memberi isyarat kepada warga lain. Bersama-sama, warga mengevakuasi jasad korban menggunakan perahu dan speedboat hingga ke daratan.

Tangis pecah ketika jenazah dibaringkan di tepi pantai, ditutupi tikar dan terpal seadanya. Tak lama kemudian, tim Basarnas bersama Polairud Polres Mitra tiba dan membawa jenazah dalam kantong mayat menuju ambulans untuk dipulangkan ke Desa Basaan.

Pihak kepolisian telah melakukan penanganan, mulai dari mendatangi lokasi, melaporkan ke atasan, hingga membantu proses evakuasi.

Mewakili pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Camat Ratatotok Calvin Rawis menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya almarhum.

“Atas nama Bupati Ronald Kandoli dan Wakil Bupati Fredy Tuda, kami menyampaikan turut berduka cita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pencarian dan evakuasi,” ujarnya dengan nada penuh empati.

Duka kehilangan Baim Kalipe meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan sesama nelayan.

Laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan, kini justru merenggut nyawa seorang pencari nafkah tangguh dari pesisir Basaan.
Ads Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close