Dalam sambutannya, Lily Ester menegaskan bahwa langkah PLN menghadirkan fasilitas modern untuk pengembangan peternakan ayam lokal memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut program Electrifying Agriculture ini sebagai contoh kolaborasi strategis yang memberikan manfaat langsung bagi peternak.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara PLN dan Pemerintah Kota Tomohon yang memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat. Bantuan fasilitas dan pelatihan ini sangat membantu para peternak dalam mengembangkan usaha mereka secara lebih modern, efisien, dan mandiri,” ujar Lily Ester.
Program yang diinisiasi PLN melalui UID Suluttenggo ini mencakup berbagai fasilitas lengkap untuk menunjang proses budidaya ayam kampung—mulai dari mesin pengeram, mesin penetas telur, mesin cetak pakan pelet, mesin pencabut bulu ayam, hingga peralatan pengairan dan sanitasi kandang. Selain itu, PLN juga menyediakan bibit ayam kampung serta bahan pengolahan limbah ternak agar kegiatan peternakan semakin higienis dan ramah lingkungan.
Tak hanya dukungan fasilitas, PLN turut memasang jaringan listrik baru pada dua titik lokasi dengan daya 2.200 VA dan 3.500 VA, serta memberikan pelatihan teknis kepada anggota Pangi Farm agar mampu mengoperasikan peralatan secara profesional dan mandiri.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti keseriusan PLN untuk mendorong transformasi sektor pertanian dan peternakan melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik.
Antusiasme datang pula dari para anggota Pangi Farm.
“Melalui program ini, PLN tidak hanya menyediakan listrik untuk operasional sehari-hari, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ternak mereka. Ini adalah langkah strategis menuju pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, efisien, dan modern,” ujar Revi.
Salah seorang anggota, Johnly, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan PLN yang telah memberikan fasilitas dan pelatihan sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas budidaya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas program TJSL ini. Bantuan ini benar-benar kami manfaatkan, dan hasilnya sudah mulai kami rasakan. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak peternak di daerah lain,” ungkapnya.
Dengan hadirnya infrastruktur modern berbasis listrik, Pangi Farm kini dapat menjalankan seluruh proses budidaya secara lebih efisien dan higienis—mulai dari penerangan, pemanasan kandang, inkubasi telur, pencampuran pakan, hingga pengolahan limbah.
Program Electrifying Agriculture ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan peternakan modern di daerah lain, sekaligus membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)
