Ini Imbauan Polresta Manado Antisipasi Tawuran di Pasar Unyil, Tokoh Masyarakat Diminta Berperan Aktif Ini Imbauan Polresta Manado Antisipasi Tawuran di Pasar Unyil, Tokoh Masyarakat Diminta Berperan Aktif - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ini Imbauan Polresta Manado Antisipasi Tawuran di Pasar Unyil, Tokoh Masyarakat Diminta Berperan Aktif

3 February 2026 | 20:30 WIB Last Updated 2026-03-12T03:43:23Z

Apel tim gabungan di Mapolresta Manado sebelum melaksanakan patroli ke wilayah yang sering terjadi tawuran antar kelompok warga.  



MANADO - Tawuran antar kelompok pemuda masih mendapat sorotan serius karena disertai penggunaan senjata tajam (sajam) dan adanya korban. Salah satunya yang terus terjadi di Kompleks Pasar Unyil Kecamatan Singkil Kota Manado.

 

Upaya preventif seperti patroli, razia dilakukan Polresta Manado untuk mengantisipasi terjadinya tawuran berulang serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lainnya. Tidak tanggung-tanggung, Polresta Manado menurunkan Patroli Regu Inovasi dan Rayon Pantera Samapta, gabungan polsek-polsek serta Tim Resmob.

 

Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa patroli rutin dan preventif ini merupakan komitmen Polresta Manado dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

 

“Patroli malam hingga dini hari terus kami tingkatkan untuk mencegah aksi balap liar, tawuran, maupun gangguan kamtibmas lainnya terutama di wilayah yang sering terlibat tawuran,” ucap Iptu Agus Haryono, Selasa (3/2/2026).

 

“Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat agar Kota Manado tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan tokoh masyarakat, untuk turut mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hari. Hal ini guna mencegah keterlibatan dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

“Awasi anak-anak muda agar tidak terlibat perkelahian, aksi tawuran, atau membawa senjata tajam seperti panah wayer,” terang Iptu Agus Haryono.

 

Pencegahan minuman keras (miras) juga menjadi imbauan, mengingat sering menjadi pemicu perkelahian antar kelompok. Masyarakat diminta menghindari konsumsi miras dan melaporkan jika ada pesta miras yang meresahkan.

 

Selain itu, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama diminta berperan aktif dalam memperkuat toleransi, menjaga keharmonisan, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu hoaks yang dapat memecah belah warga. Juga untuk bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, dan segera melaporkan ke pihak kepolisian atau melalui layanan 110/Call Center 112) jika ditemukan potensi gangguan keamanan.

 

“Tapi paling utama adalah penyelesaian masalah secara damai. Masyarakat didorong untuk mengedepankan komunikasi dan menyelesaikan persoalan secara damai, tidak langsung menggunakan kekerasan atau aksi balas dendam,” pungkas Iptu Agus Haryono.

 

(Penulis/Editor: Asrar Jusuf)

Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close