MANADO – Tahukah anda kalau stroke adalah penyebab kematian nomor satu dan penyebab utama kecacatan di Indonesia? Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk.
Penyakit
ini menyumbang 18,5% hingga 19,42% dari total kematian di Indonesia. Sedangkan
angka kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia.
Untuk
itu, Siloam Hospitals Manado terus memperkuat layanan penanganan stroke melalui
program Stroke Ready Hospital yang didukung teknologi diagnostik modern serta
tim medis multidisiplin yang siaga 24 jam. Upaya tersebut juga dibarengi dengan
peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Salah
satunya melalui kegiatan media gathering dan buka puasa bersama yang digelar
bersama sejumlah jurnalis di Manado, Kamis 12 Maret 2026. Turut hadir, Dokter
Spesialis Saraf yaitu dr. Gilbert Tangkudung, SpN, Subs NIOOK, FINS, FINA (K).,
Ir. Reza R. Lonardy MM, PMP, IPM- Head of Business Div dan dr. Jonathan
Surentu- Head Dept. Emergency Siloam Hospitals Manado.
Dalam
kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Saraf Gilbert Tangkudung menjelaskan bahwa
terdapat dua faktor risiko stroke yaitu yang tidak dapat diubah seperti usia
(di atas 55 tahun), jenis kelamin, ras tertentu serta genetik. Kemudian yang
dapat diubah seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung lainnya, obesitas,
stenosis arteri karotis, dan lain-lain.
“Penyebabnya
stroke yang dapat diubah berasal dari kurangnya aktifitas fisik, pemakaian
kontrasepsi hormonal, migrain, penyalahgunaan obat, stres mental fisik serta
merokok dan konsumsi alkohol,” dr. Gilbert Tangkudung.
Iapun
kemudian berbagi tips mudah mengenali gejala dan tanda-tanda stroke dengan
tagar/slogan “SeGeRa Ke RS”, atau singkatan dari (Se)nyum tidak simetris, (Ge)rak
separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, bicaRa pelo/tidak dapat bicara, tidak
mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung, (Ke)bas atau kesemutan separuh tubuh, (R)abun pemandangan mata dan terjadi tiba-tiba dan (S)akit kepala hebat yang muncul
tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.
Fakta
terbaru lanjutnya, bahwa stroke kini tidak lagi identik dengan usia lanjut
seperti pada usia faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah. Menurutnya,
tren kasus stroke pada usia produktif semakin meningkat.
“Stroke
bukan lagi penyakit yang hanya menyerang usia lanjut. Saat ini semakin banyak
kasus stroke terjadi pada usia produktif,” kata dr. Gilbert.
Ia
menekankan pentingnya penanganan cepat dan terintegrasi bagi pasien stroke,
mulai dari fase pra-rumah sakit, penanganan akut di instalasi gawat darurat
(IGD), hingga tahap rehabilitasi. Sebagai Stroke Ready Hospital, Siloam Manado
menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti CT scan dan MRI beresolusi
tinggi untuk membantu proses diagnosis secara cepat dan akurat.
Selain
itu, layanan penanganan stroke juga didukung tim medis multidisiplin yang
terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter bedah saraf, radiologi,
perawat, radiografer, tenaga farmasi, hingga tenaga kesehatan profesional
lainnya. dr. Gilbert menjelaskan bahwa penanganan stroke memiliki waktu kritis
yang dikenal sebagai golden period, yakni 4,5 jam pertama sejak gejala muncul.
"Penanganan
yang cepat dalam periode tersebut dinilai sangat penting karena dapat
meningkatkan peluang kesembuhan pasien sekaligus meminimalkan kerusakan otak
yang lebih luas," jelasnya.
Siloam
Hospitals Manado juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan
dengan melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor
risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun riwayat stroke
dalam keluarga.
Masyarakat
juga diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala awal
stroke seperti wajah menurun sebelah, kelemahan pada tangan atau kaki, hingga
gangguan bicara secara tiba-tiba. Dengan deteksi dini dan penanganan cepat,
peluang pasien untuk pulih dari stroke dapat meningkat secara signifikan.***
