![]() |
| Tahlis Gallang. (Foto istimewa) |
MANADO, Indimanado.com - Lomba Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I Tahun 2026, berlangsung 11-12 April 2026 di Kota Manado.
Dengan adanya lomba Open Fishing Tournament ini, memberi dampak ekonomi yang luar biasa terjadi di Sulawesi Utara (Sulut).
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut Tahlis Gallang.
Kadis Tahlis Gallang hadir untuk mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada acara pembukaan di Dermaga Youth Center Kawasan Megamas Manado, Sabtu (11/4).
Dalam sambutannya, Kadis Koperasi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas inisiatif kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kadis Tahlis Gallang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut atas inisiatif kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat.
Katanya, berdasarkan pantauan Pemprov selama dua hari terakhir, efek domino dari kegiatan ini sangat terasa di berbagai sektor.
Di sektor perhotelan, okupansi hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan penuh oleh para peserta dan pengunjung.
Di bidang jasa nelayan, kapal-kapal nelayan habis disewa oleh para pemancing, bahkan warga sempat kesulitan mencari kapal karena tingginya permintaan.
Sementara itu di sektor UMKM, rumah makan dan toko perlengkapan memancing mengalami lonjakan penjualan.
Bahkan Kadis Tahlis Gallang menceritakan pengalamannya sendiri yang kehabisan stok umpan dan perlengkapan di beberapa toko pancing ternama di Manado.
Dari hotel yang penuh, kapal nelayan yang susah dicari, hingga toko pancing yang kehabisan stok. Ini luar biasa,” ungkapnya lagi.
Sebagai sesama penghobi mancing, Kadis Koperasi memuji detail teknis perlombaan yang dinilai sangat akomodatif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Penggunaan teknologi seperti X-Ray untuk mengecek hasil tangkapan menjadi sorotan, guna memastikan tidak ada kecurangan seperti penambahan pemberat di dalam ikan.
“Ketentuan mancing kali ini didesain sangat nyaman, ini menandakan penyusunnya adalah angler sejati,” ucapnya.
“Namun tetap sportif, jangan coba-coba curang karena ada X-Ray,” tegasnya. Beda setengah kilo saja karena ada timah di dalam, pasti ketahuan,” ucapnya lagi.
Ia mengatakan bahwa Pemprov Sulut berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Selain sebagai sarana penyaluran hobi, ajang seperti ini terbukti menjadi stimulus efektif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Bumi Nyiur Melambai.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan para peserta lomba yang siap menaklukkan perairan Sulawesi Utara untuk memperebutkan gelar juara. (Dwi)
