Dies Natalis ke-67 Fakultas Kedokteran Unsrat, Rektor Tekankan Lahirnya Dokter Berintegritas dan Berdampak Dies Natalis ke-67 Fakultas Kedokteran Unsrat, Rektor Tekankan Lahirnya Dokter Berintegritas dan Berdampak - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dies Natalis ke-67 Fakultas Kedokteran Unsrat, Rektor Tekankan Lahirnya Dokter Berintegritas dan Berdampak

26 April 2026 | 11:24 WIB Last Updated 2026-05-07T03:35:22Z
Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie M.Eng. IPU. ASEAN Eng saat membuka Dies Natalis ke-67 Fakultas Kedokteran.

Manado, Indimanado.com - Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-67 pada Sabtu, 25 April 2026. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang fakultas dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie M.Eng. IPU. ASEAN Eng menegaskan bahwa usia 67 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang harus menghasilkan dampak nyata.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat saat merayakan Dies Natalis ke-67.

Menurut Rektor, Fakultas Kedokteran Unsrat memiliki tanggung jawab besar tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga membentuk dokter yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan memberi pengaruh positif bagi masyarakat.

"Kita tidak hanya sedang mencetak lulusan, namun kita sedang membentuk dokter yang berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Rektor.

Ia berharap momentum Dies Natalis ke-67 ini menjadi titik percepatan bagi Fakultas Kedokteran Unsrat untuk terus berkembang dan memperkuat perannya di dunia pendidikan maupun pelayanan kesehatan.

Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie M.Eng. IPU. ASEAN Eng saat ikut kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-67 Fakultas Kedokteran.


Rektor juga menekankan bahwa perayaan dies natalis seharusnya tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi ruang refleksi untuk menentukan langkah yang lebih maju ke depan.
"Momentum dies natalis ini bukan sekedar perayaan, tetapi titik akselerasi, bukan sekadar refleksi, tetapi keputusan untuk melangkah lebih jauh, dan bukan sekadar bertahan tapi memimpin dan memberi dampak," harap Rektor. (Ajl)
Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close