BI Sulut Gelar High Level Meeting untuk Kendalikan Inflasi Pangan dan Dorong Digitalisasi BI Sulut Gelar High Level Meeting untuk Kendalikan Inflasi Pangan dan Dorong Digitalisasi - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BI Sulut Gelar High Level Meeting untuk Kendalikan Inflasi Pangan dan Dorong Digitalisasi

27 February 2024 | 22:22 WIB Last Updated 2024-02-29T23:25:44Z

Manado, Indimanado.com - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan High Level Meeting (HLM) yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi pangan dan mendorong digitalisasi di wilayah tersebut. Acara ini dihadiri oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten/Kota se-Minahasa Raya, Tomohon, dan Bitung, serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2024. Lokasi acara berlangsung di Hotel Sutanraja Amurang, Minahasa Selatan (Minsel), pada Selasa (27/2/2022).

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, membuka acara ini dengan mengapresiasi inisiatif BI Sulut dalam mengadakan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya kesadaran akan stabilitas harga bahan pangan, terutama dalam konteks kenaikan harga beras yang mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Menurutnya, kenaikan harga pangan memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi masyarakat, karena hal ini mempengaruhi kebutuhan dasar mereka.

Kandouw juga menegaskan bahwa upaya untuk mengendalikan harga pangan harus menjadi perhatian utama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Ia menyoroti peran tengkulak dalam manipulasi harga bahan pangan dan menekankan perlunya identifikasi serta tindakan tegas terhadap praktik-praktik yang merugikan ini.

Selain itu, dalam upaya mengawasi harga bahan pangan secara lebih efektif, Kandouw mengusulkan untuk melakukan pemantauan secara berkala, bahkan setiap hari jika diperlukan. Ia juga menyarankan penggunaan dana desa sebagai salah satu upaya untuk menekan inflasi pangan.

Acara ini juga menjadi ajang bagi Kandouw untuk mengingatkan para pemangku keputusan agar meninggalkan perbedaan warna politik dan fokus pada penyelesaian masalah bersama, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi, yang merupakan musuh bersama yang harus dihadapi dengan solidaritas dan kesatuan tindakan.

“Mudah-mudahan musuh yang kita hadapi inflasi terutama bahan pangan kita berani sama-sama. Ini tidak lihat warna, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sudah lewat. Ini yang kita hadapi bersama-sama,” pungkasnya. (*)
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close