Tiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah Welliam Niklas Silangen sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Franky Tintingon sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD), serta Hendrik Ruben Tendean sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Utara, para asisten Sekda, pejabat pimpinan tinggi pratama, tim ahli gubernur, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari penguatan organisasi pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional kepada masyarakat.
"Hari ini adalah momentum yang penting, bukan hanya bagi yang dilantik, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan. Setiap pelantikan merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi agar pemerintahan semakin kuat, semakin profesional, dan semakin mampu menjawab harapan masyarakat," ujar Yulius.
Menurut gubernur, berbagai capaian yang diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan, bukan keberhasilan individu.
"Kita patut bersyukur, dalam perjalanan pemerintahan yang kita jalankan bersama, Provinsi Sulawesi Utara telah meraih banyak capaian dan prestasi yang membanggakan. Berbagai penghargaan di bidang tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan keuangan, pembangunan sumber daya manusia, hingga peningkatan investasi merupakan bukti bahwa daerah kita terus bergerak ke arah yang lebih baik. Namun Saya ingin menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah hasil kerja satu orang atau satu lembaga saja. Semua capaian itu lahir karena kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara," jelasnya.
"Saya tidak ingin kita cepat berpuas diri. Prestasi adalah penyemangat, tetapi bukan alasan untuk berhenti berbenah. Justru setiap keberhasilan harus menjadi motivasi agar kita bekerja lebih baik lagi, karena masyarakat terus menaruh harapan yang besar kepada pemerintah."
Ia menjelaskan, pelantikan pejabat baru merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi, mengisi jabatan yang masih kosong, meningkatkan koordinasi antarperangkat daerah, sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, gubernur mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya berharap saudara-saudara dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang baru. Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran, ciptakan suasana kerja yang harmonis, jadilah pemimpin yang mampu memberikan teladan, serta berani mengambil keputusan yang tepat dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Saya juga berharap saudara-saudara mampu menghadirkan inovasi dalam bekerja. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi teruslah mencari cara-cara baru agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin cepat, semakin mudah, dan semakin berkualitas," kata Yulius.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menghindari penyalahgunaan kewenangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Selain itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah meninggalkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas organisasi.
"Mari kita tinggalkan ego sektoral. Mari kita bangun budaya kerja yang saling membantu, saling menghargai, dan saling memperkuat. Dengan kebersamaan itulah kita akan mampu menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif dan semakin dipercaya oleh masyarakat," pesannya.
Menutup sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan ucapan selamat kepada ketiga pejabat yang baru dilantik dan berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Alfa J. Liando)
