Dituding Ucapkan Kalimat SARA, Dansatrol Bitung Marvill Marfell Frits Tegaskan: Itu Tidak Pernah Saya Ucapkan Dituding Ucapkan Kalimat SARA, Dansatrol Bitung Marvill Marfell Frits Tegaskan: Itu Tidak Pernah Saya Ucapkan - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dituding Ucapkan Kalimat SARA, Dansatrol Bitung Marvill Marfell Frits Tegaskan: Itu Tidak Pernah Saya Ucapkan

14 March 2026 | 13:59 WIB Last Updated 2026-03-14T06:11:18Z
Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Kolonel Marvill Marfell Frits bersama perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026). (Foto istimewa)

BITUNG, Indimanado.com – Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Marvill Marfell Frits, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya mengeluarkan pernyataan bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), khususnya terhadap warga suku Jawa di Kota Bitung.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan salah satu media online yang menuding dirinya mengucapkan kalimat “Jawa-Jawa perusak”. Marvill menegaskan, pernyataan tersebut tidak pernah diucapkannya dan menilai informasi yang beredar telah merugikan serta mencemarkan nama baiknya.

“Informasi itu tidak benar. Saya merasa sangat dirugikan dengan pemberitaan yang menyebut saya mengeluarkan pernyataan bernuansa SARA,” tegas Marvill.

Penegasan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Kerukunan Keluarga Jawa Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026).




Dalam pertemuan itu hadir Ketua Umum KKJ Satya Bhakti Aras Sinaba, Penasehat Hi. R. Widayanto, serta Bendahara Umum Sutapa.

Marvill juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terhadap media yang memuat pemberitaan tersebut.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar, terlebih yang menyangkut isu sensitif seperti SARA, merupakan persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan.

“Saya sudah menyiapkan langkah hukum, termasuk somasi terhadap media yang memuat berita tersebut, apalagi informasi yang disampaikan tidak benar atau hoaks,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah hukum tersebut bukan hanya untuk membela diri secara pribadi, tetapi juga menjaga nama baik institusi yang dipimpinnya.

Marvill berharap pihak yang menyebarkan informasi tersebut dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya serta memberikan klarifikasi secara objektif kepada publik.

“Saya berharap ada klarifikasi yang berimbang agar masyarakat tidak menerima informasi yang menyesatkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KKJ Satya Bhakti Bitung, Aras Sinaba, mengatakan pihaknya tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan yang muncul.

Menurut Aras, pengurus organisasi memilih melakukan konfirmasi langsung agar isu tersebut tidak berkembang liar di tengah masyarakat.

“Kami tidak langsung percaya. Kami berdiskusi dengan rekan-rekan yang kami anggap memiliki pemikiran jernih agar persoalan ini tidak berkembang liar,” ujar Aras.

Ia menambahkan, silaturahmi tersebut dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung dari Marvill terkait isu yang beredar.

“Kami datang bersilaturahmi untuk meminta klarifikasi langsung dari Pak Marvill,” katanya.

Aras juga meyakini seorang pejabat militer dengan jabatan strategis tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memicu konflik antar etnis.

“Bitung adalah kota multi etnis. Kita semua harus menjaga agar tidak terjadi gesekan antar kelompok di kota ini,” pungkasnya. (Red)
Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close