![]() |
| Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan pentingnya peran media dalam menangkal hoaks, terutama terkait penyaluran pupuk bersubsidi. (Foto istimewa) |
MANADO, Indimanado.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat keterbukaan informasi sekaligus membangun sinergi dengan insan pers di Sulawesi Utara melalui kegiatan media gathering yang digelar di Bumber Cafe dan Eatry, Manado, Jumat (17/04).
Sebanyak 27 media dari berbagai platform cetak, televisi, radio, hingga online terlibat dalam gathering ini. Agenda tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara perusahaan dan media, khususnya terkait distribusi pupuk dan isu strategis sektor pertanian.
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menegaskan pentingnya peran media dalam menangkal hoaks, terutama terkait penyaluran pupuk bersubsidi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk konfirmasi. Jangan sampai informasi yang tidak akurat merugikan masyarakat, khususnya petani,” tegasnya.
Wisnu memastikan, sebagai pelaksana penugasan pemerintah (PSO), pihaknya mampu memenuhi kebutuhan pupuk nasional sebesar 9,5 juta ton. Produksi dalam negeri dinilai cukup kuat dan tidak terdampak gejolak geopolitik global.
“Untuk urea dan amoniak, kita surplus. Pasokan bahan baku juga berasal dari negara-negara yang tidak terdampak konflik, sehingga distribusi tetap aman,” jelasnya.
Ia bahkan mengungkapkan, sejumlah negara seperti Australia dan India mulai melirik Indonesia sebagai pemasok pupuk, seiring terbatasnya produksi global.
Terkait harga, Wisnu menegaskan selisih antara pupuk subsidi dan non-subsidi terjadi karena adanya intervensi pemerintah. Harga pupuk subsidi bisa mencapai sepertiga dari harga pasar demi menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kalau ada kios menjual di atas HET tanpa alasan jelas, izinnya langsung kami cabut. Silakan laporkan, kami siapkan kanal pengaduan di setiap kios,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Endah Wulandari, Senior Manager Regional 4B PT Pupuk Indonesia (Persero), menyampaikan bahwa kebutuhan pupuk untuk sektor tanaman padi dan jagung di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pada tahun 2026 dialokasikan sebesar 24.712 ton.
"Alokasi tersebut terdiri dari pupuk urea, NPK Phonska, NPK Kakao mengingat masih adanya kelompok tani yang membudidayakan kakao di Bolmong serta pupuk organik,"ujarnya.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran pupuk di Bolmong telah mencapai 4.388 ton atau sekitar 17,75 persen dari total alokasi. Khusus untuk pupuk NPK Phonska, realisasinya telah mencapai 19,92 persen, atau hampir menyentuh 20 persen, mendekati rata-rata realisasi di Regional 4.
Selain itu, dari alokasi sebesar 11.657 ton untuk jenis pupuk tertentu, telah terealisasi sebanyak 2.322 ton.
Endah mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, sisa alokasi pupuk di Bolmong masih cukup besar. Oleh karena itu, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan penyerapan pupuk dalam delapan bulan terakhir tahun ini, mengingat pupuk tersebut merupakan hak petani yang telah dialokasikan oleh pemerintah, khususnya di Kabupaten Bolmong,"ungkapnya.
Di sisi lain, Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 4, Eko Winarto, menjelaskan penerapan aplikasi iPubers sebagai sistem digital penyaluran pupuk bersubsidi berbasis KTP.
Menurutnya, sistem ini tetap fleksibel untuk wilayah blank spot karena transaksi dapat dilakukan secara offline dan disinkronkan saat jaringan kembali normal.
Melalui gathering ini, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya menjaga transparansi, memperkuat distribusi pupuk, serta memastikan petani mendapatkan haknya secara tepat sasaran di tengah tantangan global. (ben)
