Jadwal Operasional Terbaru Museum Negeri Sulawesi Utara di Manado Jadwal Operasional Terbaru Museum Negeri Sulawesi Utara di Manado - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Jadwal Operasional Terbaru Museum Negeri Sulawesi Utara di Manado

21 June 2026 | 02:05 WIB Last Updated 2026-06-20T18:36:30Z
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengan, MTr AP saat menjelaskan jadwal operasional terbaru Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Disamping hadir Kapala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, Mars.

MANADO, Indimanado.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara menetapkan jadwal operasional terbaru bagi masyarakat yang ingin berkunjung dan menikmati koleksi sejarah serta budaya daerah.

Berdasarkan jadwal yang berlaku saat ini, Museum Negeri Sulawesi Utara di Manado buka setiap Senin hingga Sabtu pukul 10.00–15.00 WITA, sedangkan pada hari Minggu beroperasi pukul 13.00–15.00 WITA. Museum hanya tutup pada tanggal merah atau hari libur nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengan, MTr AP saat menjelaskan jadwal operasional terbaru Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Disamping hadir Kapala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, Mars


Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengan, mengatakan penyesuaian layanan tersebut dilakukan menyesuaikan dengan ketersediaan SDM tapi juga tetap mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang datang berkunjung, termasuk kunjungan pada akhir pekan.

Menurutnya, pengunjung museum tidak hanya berasal dari Kota Manado, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Utara maupun luar daerah. Sebagian besar pengunjung datang dalam bentuk rombongan, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun instansi.

Tanpak Koordinator Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), Ronald Rompas bersama anggota yang mendengarkan penjelasan.


“Sampai Jumat 19 Juni 2026, pengunjung hampir menyentu 5.000 orang. Pengunjung yang datang bukan hanya dari Manado, tetapi juga dari luar daerah dan kebanyakan dalam bentuk rombongan. Karena itu museum tetap dibuka pada hari Sabtu dan Minggu,” ujar Yorry saat kegiatan yang digagas Jurnalis Independen Pemprov Sulut "Ngopi Bareng JIPS" dengan Tema: Pariwisata dan Kebudayaan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. 

Peningkatan jumlah kunjungan terjadi setelah Museum Negeri Sulawesi Utara menjalani renovasi besar-besaran. Dengan tampilan yang lebih modern, tertata, dan nyaman, museum kini menjadi salah satu destinasi edukasi dan wisata budaya yang semakin diminati masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih informatif, setiap pengunjung yang telah melakukan registrasi akan didampingi oleh pemandu atau guide yang akan menjelaskan berbagai koleksi yang dipamerkan.

Salah satu anggota Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) yang bertanya jadwal operasional museum, tenis pelaksanaan dan program ke depan, termasuk Dinas Pariwisata Sulut.


Saat ini, Museum Negeri Sulawesi Utara masih membuka layanan kunjungan secara gratis. Meski demikian, pihak pengelola terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kualitas layanan dan penataan ruang pamer.

Museum Negeri Sulawesi Utara memiliki sekitar 3.690 koleksi yang terdiri dari berbagai benda bersejarah, arkeologi, hingga koleksi budaya.

"Dari jumlah tersebut, sekitar 400 koleksi yang saat ini dapat dipamerkan kepada publik, sementara sisanya masih memerlukan penataan dan pengelolaan lebih lanjut," jelas Yorry.

Foto JIPS bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara, Yorry Rommy Lesawengan, MTr AP dan Kapala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Devi Tanos, Mars.


Sebagai bagian dari program pengembangan museum, setelah peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Utara pada September mendatang, pihak pengelola berencana menghadirkan pameran tematik secara berkala. Tema yang ditampilkan akan mengangkat kekayaan sejarah dan budaya dari 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara secara bergiliran.

Melalui berbagai pembaruan tersebut, Museum Negeri Sulawesi Utara diharapkan semakin menjadi pusat edukasi, pelestarian budaya, dan destinasi wisata sejarah yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai daerah. (Alfa J. Liando)



Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close