UNSRAT Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Peran Teladan dan Pengabdian bagi Masyarakat UNSRAT Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Peran Teladan dan Pengabdian bagi Masyarakat - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

UNSRAT Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Peran Teladan dan Pengabdian bagi Masyarakat

8 May 2026 | 05:03 WIB Last Updated 2026-06-18T21:03:59Z
UNSRAT Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Rektor Tekankan Peran Teladan dan Pengabdian bagi Masyarakat.

MANADO, Indimanado.com - Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) kembali mencatatkan capaian penting dalam penguatan sumber daya manusia akademik. Melalui Sidang Terbuka Senat yang berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, Kamis (7/5/2026), UNSRAT secara resmi mengukuhkan 10 Guru Besar baru dari berbagai disiplin ilmu.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNSRAT, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng.

Penambahan Guru Besar tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas akademik universitas sekaligus menunjukkan komitmen UNSRAT untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut memiliki makna yang luas. Gelar Guru Besar bukan hanya milik individu yang bersangkutan, melainkan aset berharga bagi daerah.

"Pengukuhan Guru Besar hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan keluarga dan Universitas Sam Ratulangi, serta masyarakat Sulawesi Utara," ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa gelar Guru Besar membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding sekadar pencapaian akademik. Mengutip pemikiran Ki Hadjar Dewantara, ia mengingatkan bahwa pendidikan merupakan ruang bertumbuhnya budi pekerti dan pikiran.

Menurutnya, seorang Guru Besar tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah dan penelitian berkualitas, tetapi juga harus hadir sebagai teladan, pembimbing, serta inspirasi bagi generasi muda. Karena itu, pengukuhan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara YSK yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jani Lukas, menyampaikan apresiasi atas bertambahnya jumlah Guru Besar di UNSRAT.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa gelar Guru Besar merupakan simbol tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta pembangunan masyarakat. Para Guru Besar diharapkan mampu menjadi pelopor kemajuan akademik sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Ia juga berharap para Guru Besar dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat potensi daerah, menggali keunggulan lokal, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis kearifan lokal melalui riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

"Melalui kontribusi pemikiran riset dan inovasi dari para guru besar, kita optimis dapat mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, bersama-sama kita melangkah membangun daerah menuju Sulawesi Utara maju sejahtera dan berkelanjutan," ujarnya. (*/Ajl)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close