![]() |
| Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelayanan Sidang Isbat/Pengesahan Nikah Terpadu, yang berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (27/7/2026). |
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelayanan Sidang Isbat/Pengesahan Nikah Terpadu, yang berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (27/7/2026).
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., mengatakan kerja sama lintas instansi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang mudah sekaligus kepastian hukum terkait status perkawinan dan hak-hak keperdataan.
”Pagi hari ini, kita tidak hanya berkumpul untuk sekadar membubuhkan tanda tangan di atas kertas. Namun kita memancangkan komitmen bersama, yakni menghadirkan negara secara nyata di tengah masyarakat dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, terintegrasi, serta memberikan kepastian hukum,” ujar Hengky Honandar dalam sambutannya.
Menurut Hengky, keberhasilan kerja sama tidak cukup dilihat dari terlaksananya penandatanganan dokumen. Implementasi di lapangan menjadi bagian penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
”Keberhasilan kerja sama ini tidak diukur dari penandatanganan dokumen semata, melainkan dari implementasi yang benar-benar terlaksana di lapangan. Masyarakat harus merasakan manfaatnya secara langsung melalui pelayanan yang efektif, koordinasi yang baik antarinstansi, serta penyelesaian administrasi yang memberikan kepastian status hukum baik tentang pernikahan dan hak-hak keperdataan warga,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh instansi yang terlibat menjaga koordinasi agar pelayanan dapat berjalan secara optimal. Evaluasi secara berkala dinilai penting untuk memastikan program tetap berjalan sesuai tujuan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Hengky berharap sinergi antara Pemkot Bitung, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Disdukcapil dapat memperkuat harmonisasi pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya Bitung Maju. (SDR/Ajl)
