TPAKD Sangihe Dorong Akses KUR Diperluas, Bupati Michael Thungari: Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat TPAKD Sangihe Dorong Akses KUR Diperluas, Bupati Michael Thungari: Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

TPAKD Sangihe Dorong Akses KUR Diperluas, Bupati Michael Thungari: Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

26 September 2026 | 11:40 WIB Last Updated 2026-09-26T03:40:56Z
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

SANGIHE, Indimanado.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memperkuat strategi perluasan akses keuangan masyarakat melalui Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar pada 15 September 2026.

Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam memastikan berbagai program inklusi keuangan tidak berhenti pada agenda administratif, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Rapat pleno dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., Kepala OJK Robert Sianipar, serta Penjabat (Pj.) Sekda Sangihe Johanis Pilat.

Sejumlah pimpinan lembaga perbankan juga turut hadir, di antaranya Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan, Pincab Bank SulutGo Tahuna Fernando Mamahi, perwakilan Pincapem Tamako, serta pimpinan cabang Bank BRI dan Bank Mandiri.

Jajaran kepala dinas terkait di lingkungan Pemkab Sangihe bersama para tamu undangan turut mengikuti pembahasan mengenai penguatan akses pembiayaan dan inklusi keuangan di daerah.

Bupati Sangihe Minta TPAKD Tak Berhenti pada Seremonial
Dalam arahannya, Bupati Michael Thungari menekankan pentingnya memastikan seluruh program TPAKD memiliki tindak lanjut yang jelas dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan TPAKD harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan sekaligus mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif di Sangihe.

"Agenda TPAKD tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang minim tindak lanjut. Kita harus memastikan program ini mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan akses keuangan riil bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sangihe," tegas Bupati.

Penegasan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam rapat pleno, terutama dalam mendorong kolaborasi pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan agar program inklusi keuangan dapat berjalan lebih efektif.

Pemkab Sangihe Dorong Kemudahan Penyaluran KUR
Salah satu langkah yang dibahas adalah perluasan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemkab Sangihe mendorong perbankan, khususnya Bank SulutGo, BRI, dan Bank Mandiri, untuk memberikan kemudahan dalam proses penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
KUR diharapkan dapat memperkuat akses modal bagi pelaku UMKM, petani, dan nelayan yang menjalankan kegiatan usaha produktif.

Perluasan akses pembiayaan juga dinilai penting untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Sektor Kelautan Jadi Perhatian
Selain perdagangan dan pertanian, TPAKD Sangihe turut memberi perhatian terhadap sektor kelautan. Potensi maritim yang dimiliki daerah tersebut dinilai perlu didukung dengan akses pembiayaan yang memadai.

Pembiayaan diarahkan antara lain untuk mendukung budidaya ikan dan perikanan tangkap, sehingga sektor kelautan dapat berkembang lebih optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

Penguatan pembiayaan pada sektor produktif tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan skala usaha dan pendapatan.

Melalui sinergi antara Pemkab Sangihe, OJK, dan industri perbankan, TPAKD diharapkan dapat menjalankan peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Upaya tersebut diarahkan agar akses terhadap layanan dan pembiayaan keuangan semakin terbuka bagi masyarakat, terutama pelaku usaha produktif, petani, nelayan, dan UMKM di Kepulauan Sangihe.

(Rls/AJL)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close