Pemerintah Tempatkan Dana 1 Triliun di BSG untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Pemerintah Tempatkan Dana 1 Triliun di BSG untuk Pemulihan Ekonomi Nasional - Media Independen -->

TERKINI

Iklan

Pemerintah Tempatkan Dana 1 Triliun di BSG untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

indimanado.com
27 July 2020, 20:39 WIB Last Updated 2020-07-28T12:39:28Z

INDIMANADO.COM, JAKARTA - Setelah program penempatan dana negara untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) di Bank BUMN, kali ini pemerintah merealisasikan penempatan uang di bank pembanguan daerah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pemerintah menempatkan dana sekitar Rp11,5 triliun di tujuh bank pembangunan daerah (BPD). Penempatan dana di BPD ini merupakan tahap kedua. Tahap pertama ditempatkan di bank himpunan milik negara (Himbara) sebesar Rp30 triliun.

Pada Senin (27/7/2020), dilakukan penandatanganan perjanjian kemitraan penempatan uang negara dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan dengan lima BPD.

Perinciannya, penempatan dana di Bank DKI adalah sebesar Rp 2 triliun, Bank  BJB Rp 2,5 triliun, Bank Jateng Rp 2 triliun, Bank Jatim Rp 2 triliun, dan Bank SulutGo Rp 1 triliun. Adapun, dua BPD lainnya masih sedang dievaluasi untuk penempatan dana tersebut, yaitu BPD Bali dan BPD DIY dengan alokasi masing-masing Rp 1 triliun. Sehingga, total anggaran untuk ke tujuh BPD tersebut adalah sebesar Rp 11,5 triliun.

"Total anggaran untuk BPD yang sudah siap disalurkan Rp11,5 triliun, dengan suku bunga sama seperti ke Himbara, 80% dari suku bunga repo," katanya, Senin (27/7/2020).

Sri Mulyani mengatakan tujuan penempatan dana tersebut adalah untuk mendorong ekonomi di daerah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana tersebut tidak diperbolehkan untuk BPD membeli surat berharga negara (SBN) dan valas.

Dana ini juga diharapkan bisa disalurkan dalam bentuk kredit ke sektor-sektor produktif oleh BPD dengan leverage hingga dua kali lipat dan dengan suku bunga yang lebih rendah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penempatan dana ini merupakan bentuk dukungan pusat dalam menangani pandemi Covid-19.

"Dengan penempatan dana ini diharapkan penyaluran dana dari BPD bisa mempercepat pemulhan ekonomi di daerah," jelasnya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto juga mengatakan, dengan penempatan dana ini, BPD bisa membantu pemerintah dan mengakselerasi dana ini ke BPR di wilayah masing-masing.

Direktur Utama Bank SulutGo, Jeffry A.M Dendeng menjelaskan bahwa dana 1 Triliun tersebut akan fokus pada penyaluran kredit produktif untuk sektor UMKM maupun Non UMKM agar bisa menunjang pemulihan dan menggerakkan perekonomian serta bisa menyerap tenaga kerja di Provinsi Sulut dan Gorontalo. (**)

Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini

close