BI dan Pemkab Kepulauan Sangihe Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dorong Digitalisasi Daerah BI dan Pemkab Kepulauan Sangihe Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dorong Digitalisasi Daerah - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BI dan Pemkab Kepulauan Sangihe Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dorong Digitalisasi Daerah

1 February 2026 | 23:27 WIB Last Updated 2026-02-01T15:27:41Z
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto saat memimpin High Level Meeting TPID dan TP2DD di Tahuna. Ist

Sangihe, Indimanado.com - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Jumat (30/1/2026), sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mempercepat transformasi digital transaksi pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Melanchton Herry Wolf, serta anggota TPID dan TP2DD dari berbagai instansi terkait.

Dalam sambutannya, Thungari menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dengan tata kelola yang adaptif guna memperkuat perekonomian masyarakat.

"Stabilitas harga kebutuhan pokok dan kelancaran distribusi pangan menjadi prasyarat dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," kata Bupati Michael Thungari.

Ia juga menilai digitalisasi tidak sekadar berkaitan dengan teknologi, tetapi menjadi sarana menghadirkan layanan yang lebih inovatif bagi masyarakat.

"Harapannya melalui kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi dan kesepakatan yang strategis, terukur dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan di wilayah kepulauan serta berpihak pada masyarakat Kep. Sangihe," tutur Michael.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto memaparkan sejumlah isu strategis, di antaranya keterbatasan akses transportasi udara dan laut yang berdampak pada fluktuasi harga komoditas penting seperti cabai rawit dan bawang merah.

"Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketahanan pangan melalui Kerja sama Antar Daerah (KAD), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan peningkatan kelancaran distribusi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan pengembangan infrastruktur logistik," ujar Joko.

Melalui pertemuan ini, pemerintah daerah dan Bank Indonesia diharapkan terus mempererat sinergi dalam menjaga kestabilan harga serta mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Tim IN)
Ads Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close