![]() |
| Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. |
Berdasarkan data yang dihimpun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Utara mengalami penurunan dari Rp3,962 triliun pada tahun 2024 menjadi sekitar Rp3,180 triliun pada tahun 2026. Penurunan tersebut terjadi seiring berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE juga masih harus memenuhi kewajiban pembayaran Program PEN yang mencapai Rp205 miliar pada tahun 2025 dan Rp222 miliar pada tahun 2026. Dengan total pembayaran sebesar Rp427 miliar dalam dua tahun, nilai tersebut setara dengan potensi pembangunan atau peningkatan sekitar 213 kilometer jalan provinsi jika dialokasikan untuk sektor infrastruktur.
Meski ruang fiskal semakin terbatas, sejumlah indikator ekonomi dan pembangunan justru menunjukkan perbaikan. Salah satunya terlihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara yang pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,75 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang berada pada level 6,03 persen maupun tahun 2024 sebesar 5,98 persen.
Penurunan angka pengangguran tersebut menjadi capaian tersendiri karena merupakan yang terendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Sektor pariwisata juga memperlihatkan perkembangan positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dan memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, restoran, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif.
Sementara itu, kondisi inflasi di Sulawesi Utara tetap berada dalam kondisi terkendali. Stabilitas harga tersebut dinilai turut membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi yang terjadi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga tetap melanjutkan sejumlah program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Program tersebut meliputi percepatan penurunan stunting, bantuan nutrisi bagi keluarga berisiko stunting, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Berbagai capaian tersebut turut mendapatkan apresiasi melalui sejumlah penghargaan yang diraih Sulawesi Utara sepanjang tahun 2026, termasuk penghargaan di bidang penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.
Dengan kondisi fiskal yang lebih terbatas dibanding beberapa tahun sebelumnya, namun pembangunan tetap berjalan dan sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa upaya pembangunan di Sulawesi Utara terus berlangsung di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah. (Ajl)
