12 Pengaba Paduan Suara dari Lima Negara Asia Tenggara Satukan Harmoni dalam Konser di Manado 12 Pengaba Paduan Suara dari Lima Negara Asia Tenggara Satukan Harmoni dalam Konser di Manado - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

12 Pengaba Paduan Suara dari Lima Negara Asia Tenggara Satukan Harmoni dalam Konser di Manado

11 September 2026 | 12:52 WIB Last Updated 2026-09-11T04:55:16Z
Konser Choir Masterclass with Kerstin Behnke. Foto Goethe-Institut Indonesien

MANADO, Indimanado.com - Sebanyak 12 pengaba paduan suara dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Vietnam, dan Filipina memimpin Gema Sangkakala Female Choir dan Manado Catholic Choir dalam konser penutup Kelas Master Pengaba Paduan Suara bersama Kerstin Behnke, yang digelar Goethe-Institut Indonesien pada Kamis (10/9/2026) di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado. Pertunjukan tersebut menjadi puncak dari proses pembelajaran dan kolaborasi selama sembilan hari, sekaligus mempertemukan beragam pengalaman, pendekatan artistik, dan tradisi bermusik dari Asia Tenggara dan Manado.

Sejak 1-9 September di Manado, 12 pengaba paduan suara ini mengikuti kelas master yang berfokus pada cara memimpin latihan sebagai proses artistik dan komunikatif, di antaranya pengembangan ekspresi musikal, memperhalus suara ensambel, serta mengarahkan paduan suara menunjuk interpretasi yang meyakinkan sambil mempertahankan suasana latihan yang efisien, positif, dan memotivasi. Kelas master ini dipimpin oleh Kerstin Behnke, profesor kepemimpinan paduan suara dan ansambel pada Universitas Musik FRANZ LISZT Weimar, Jerman.

Pengaba yang memimpin adalah: Drake Allan Mokorimban (Indonesia), Ezra Clement Dario (Indonesia), Lee Jian Zhen (Malaysia), Leo Hubertus Dimas Avianto (Indonesia), Lian Deih Zaam (Myanmar), M. Inggita Belinda Siegers (Indonesia), Martin Andryas Littik (Indonesia), Nguyễn Hải Yến (Vietnam), Paolo Niccolo Piquero (Filipina), Roland David Enoch (Indonesia), Sandy Sumampouw (Indonesia), dan Steven Immanuel Angelo (Indonesia).

Dalam konser yang dihadiri lebih dari 300 penonton ini, setiap konduktor memimpin satu repertoar, menerapkan pendekatan artistik yang mereka kembangkan selama program. Konser dibuka dengan repertoar berjudul Kyrle, Gloria (from Missa Brevis) karya komposer Knut Nystedt (1915-2014) dan ditutup dengan There Is an Old Belief (from ‘Songs of Farewell’) karya komposer Hubert Parry (1848-1918).

Dr. Nina Wichmann, Kepala Regional Program Budaya di Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, menyampaikan, “Program ini menjadi sebuah perjumpaan yang istimewa antara 12 konduktor asal Asia Tenggara dan dua komunitas lokal paduan suara Manado, yang mempertemukan pengalaman, tradisi, dan semangat bermusik yang beragam. Kami berharap perjumpaan ini dapat menghadirkan ruang dialog lintas budaya sekaligus menunjukkan bagaimana musik mampu menyatukan kita dalam satu harmoni.”

Kerstin Behnke mengatakan, para peserta telah melakukan banyak perubahan dalam gerakan saat memimpin. "Saya berharap dalam diri setiap peserta telah tumbuh sesuatu yang baru dan dapat terus berkembang di masa mendatang. Semoga hal ini dapat menyebar dan turut meningkatkan kualitas seni paduan suara, membawa paduan suara ke tingkat yang lebih tinggi, serta memperluas semangat bermusik bersama seperti ini.”

Elizabeth Soegiharto, Koordinator Program Budaya Goethe-Institut Indonesien, menambahkan, “Kota Manado, yang terletak di persimpangan Nusantara, telah melahirkan lanskap musikal antargenerasi yang bersifat lintas komunitas dan tradisi, tempat menyanyi bersama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang hidup inilah yang menjadi latar belakang pembentukan edisi terbaru Kelas Master Pengaba Paduan Suara bersama Kerstin Behnke di Manado.”

Program Kelas Master Pengaba Paduan Suara pertama kali diinisiasi Goethe Institut Indonesien di Salatiga pada 2016 dan kemudian berlanjut di sejumlah kota seperti Malang pada 2018 dan Medan pada 2022. (Rls/Ajl)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close