Tim PKM Unsrat Latih 50 Siswa SMKN 1 Airmadidi Sistem Monitoring Pasang Surut Berbasis IoT Tim PKM Unsrat Latih 50 Siswa SMKN 1 Airmadidi Sistem Monitoring Pasang Surut Berbasis IoT - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tim PKM Unsrat Latih 50 Siswa SMKN 1 Airmadidi Sistem Monitoring Pasang Surut Berbasis IoT

21 September 2026 | 00:00 WIB Last Updated 2026-09-20T16:00:22Z
Tim PKM Unsrat Tahun 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk Pelatihan Sistem Monitoring Pasang Surut Air Laut Berbasis IoT Menggunakan Sensor Ultrasonik di SMKN 1 Airmadidi
Tim PKM Unsrat Tahun 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk Pelatihan Sistem Monitoring Pasang Surut Air Laut Berbasis IoT Menggunakan Sensor Ultrasonik di SMKN 1 Airmadidi, Rabu (16/9/2026). Foto detikmanado.com

AIRMADIDI, Indimanado.com - Teknologi Internet of Things (IoT) mulai diperkenalkan lebih aplikatif kepada siswa SMK melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Tahun 2026 menggelar pelatihan sistem monitoring pasang surut air laut berbasis IoT menggunakan sensor ultrasonik di SMKN 1 Airmadidi, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa pada bidang teknologi digital. Sebanyak 50 siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, hingga praktik langsung.

Program PKM ini dipimpin Andi Ikhtiar Bakti, SSi, MSi sebagai ketua pelaksana. Ia didampingi anggota tim, Dr As’ari, SSi, MSc dan Handy Indra Regain Mosey, SSi, MSi.

“Pelaksanaan kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi dengan SMK Negeri 1 Airmadidi dalam mendukung peningkatan kompetensi siswa pada bidang teknologi digital dan Internet of Things,” papar Andi Ikhtiar Bakti.

Menurut Andi, kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis kepada siswa, tetapi juga memperkuat sinergi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kenalkan IoT untuk Monitoring Lingkungan
Pelatihan ini dilatarbelakangi semakin luasnya pemanfaatan teknologi IoT dalam berbagai sektor, termasuk pemantauan kondisi lingkungan dan wilayah pesisir.

Dalam sistem yang diperkenalkan kepada siswa, sensor ultrasonik digunakan untuk membantu mengukur ketinggian permukaan air. Data tersebut kemudian dapat dipantau melalui sistem berbasis internet secara real-time.

“Sistem monitoring pasang surut air laut berbasis IoT menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk memperoleh data ketinggian permukaan air secara real-time, sehingga dapat membantu proses pemantauan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat,” papar dia.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim PKM Unsrat memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada siswa mengenai konsep serta penerapan sistem monitoring pasang surut air laut berbasis IoT dengan sensor ultrasonik.
Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar IoT, komponen yang digunakan dalam sistem monitoring, prinsip kerja sensor ultrasonik, hingga penerapannya untuk mengukur ketinggian permukaan air laut.

Materi juga mencakup perkembangan teknologi IoT dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diperkenalkan dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi bagian dari sistem monitoring, antara lain sensor ultrasonik, mikrokontroler, serta platform pemantauan data berbasis internet.

Siswa Praktik Pengambilan Data Secara Real-Time
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik penggunaan perangkat. Melalui sesi tersebut, siswa dapat melihat secara langsung tahapan pengambilan data, proses pengiriman data, hingga hasil monitoring yang ditampilkan secara real-time.

Interaksi berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa juga diberi kesempatan melakukan praktik secara langsung sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami melalui pengalaman penggunaan perangkat.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, terutama mengenai penerapan teknologi IoT dalam bidang teknik komputer dan jaringan.

“Melalui pelatihan ini diharapkan siswa memiliki wawasan dan keterampilan dasar dalam merancang serta mengembangkan sistem monitoring berbasis sensor yang dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan industri maupun lingkungan,” tutur Andi Ikhtiar Bakti.

Tim PKM Unsrat Serahkan Perangkat kepada Sekolah
Sebagai bagian akhir kegiatan, Tim PKM Unsrat menyerahkan perangkat sistem monitoring pasang surut air laut berbasis IoT menggunakan sensor ultrasonik kepada pihak SMKN 1 Airmadidi.

Perangkat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sekolah sebagai media pembelajaran dan praktikum bagi siswa. Dengan demikian, perangkat tidak hanya digunakan selama kegiatan PKM, tetapi dapat menjadi sarana untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa di bidang Internet of Things.

Kegiatan yang diikuti 50 siswa kelas X Jurusan TKJ tersebut berlangsung lancar dan mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah.

Kolaborasi antara LPPM Unsrat dan SMKN 1 Airmadidi juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pengenalan teknologi IoT tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diarahkan pada pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal siswa untuk mengembangkan teknologi monitoring berbasis sensor sesuai kebutuhan industri maupun lingkungan.

(*/AJL) Sumber: detikmanado.com
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close