PLN Goes to School Hadir di SMA Negeri 4 Manado, Edukasi Siswa tentang Bahaya Listrik dan Keselamatan Ketenagalistrikan PLN Goes to School Hadir di SMA Negeri 4 Manado, Edukasi Siswa tentang Bahaya Listrik dan Keselamatan Ketenagalistrikan - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

PLN Goes to School Hadir di SMA Negeri 4 Manado, Edukasi Siswa tentang Bahaya Listrik dan Keselamatan Ketenagalistrikan

8 June 2026 | 18:32 WIB Last Updated 2026-06-08T10:32:17Z
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado saat menggelar program edukasi bertajuk "PLN Goes to School" sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

MANADO, Indimanado.com - PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado kembali menggelar program edukasi bertajuk "PLN Goes to School" sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Utara tersebut berlangsung di SMA Negeri 4 Manado, Kelurahan Perkamil, Senin (8/6/2026). Program ini diikuti dengan antusias oleh para siswa, tenaga pendidik, dan jajaran guru komite sekolah.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo, Usman Bangun, mengatakan bahwa edukasi kepada kalangan pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan listrik di hulu masyarakat dan ke generasi muda.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Utara tersebut berlangsung di SMA Negeri 4 Manado, Kelurahan Perkamil, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan pemahaman tentang penggunaan listrik yang aman di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui program PLN Goes to School, kami ingin menanamkan awareness sejak dini bahwa di balik kemudahan energi listrik yang kita nikmati, ada aspek keselamatan yang wajib dijaga. Kami berharap para siswa dapat menjadi perpanjangan tangan PLN dalam mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar mereka mengenai bahaya listrik," ungkap Usman.

Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menegaskan bahwa program edukasi ke sekolah-sekolah merupakan pilar penting dalam mewujudkan budaya keselamatan ketenagalistrikan yang menyeluruh di wilayah Manado. PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan.

Ia menilai kerja sama dengan dunia pendidikan menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi potensi kecelakaan listrik akibat kurangnya pengetahuan teknis di tingkat rumah tangga.

"Kolaborasi dengan instansi pendidikan seperti SMA Negeri 4 Manado ini sangat krusial demi meminimalkan potensi risiko kecelakaan listrik akibat minimnya informasi teknis di tingkat rumah tangga," ungkap Revi.

Program PLN Goes to School diikuti dengan antusias oleh para siswa, tenaga pendidik, dan jajaran guru komite sekolah.


Sementara itu, Manager PLN ULP Manado Utara, Yuga Marlindrah, menyampaikan bahwa tingginya ketergantungan generasi muda terhadap penggunaan perangkat elektronik di era digital sehingga pemahaman mengenai risiko kelalaian menjadi kian mendesak.

“Listrik sangat dekat dengan aktivitas anak muda saat ini, namun potensinya juga berbahaya jika kita lalai. Melalui edukasi ini, kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelopor keselamatan yang ikut mengingatkan lingkungan sekitar mereka,” kata Yuga.

Dalam kegiatan tersebut, tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN memberikan berbagai materi terkait potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai risiko bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, bahaya penggunaan stopkontak secara berlebihan, hingga larangan mendirikan bangunan atau menanam pohon terlalu dekat dengan jaringan PLN.

Selain penyampaian materi, siswa juga diperkenalkan dengan pentingnya menggunakan peralatan elektronik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi gangguan listrik, termasuk cara mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) utama.

PLN juga memperkenalkan kemudahan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile sebagai sarana pengaduan dan akses berbagai layanan kelistrikan.

Kegiatan edukasi ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, kuis berhadiah, dan simulasi penanganan percikan api, sehingga para siswa dapat memahami sekaligus dapat diterapkan secara maksimal.

Melalui program PLN Goes to School, PLN berharap budaya keselamatan listrik dapat semakin tertanam di kalangan generasi muda dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (Ajl)
Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close