PLN Perkuat Ekonomi Desa Tarabitan Lewat Pengembangan UMK dan Wisata Edukasi Mangrove PLN Perkuat Ekonomi Desa Tarabitan Lewat Pengembangan UMK dan Wisata Edukasi Mangrove - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

PLN Perkuat Ekonomi Desa Tarabitan Lewat Pengembangan UMK dan Wisata Edukasi Mangrove

23 July 2026 | 11:08 WIB Last Updated 2026-07-23T03:08:10Z
PLN Perkuat Ekonomi Desa Tarabitan Lewat Pengembangan UMK dan Wisata Edukasi Mangrove.

Likupang (Minut), Indimanado - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Upaya tersebut diwujudkan dengan meresmikan program pengembangan ekowisata Desa Tarabitan yang mengintegrasikan pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan wisata edukasi mangrove di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (17/7/2026).

Program tersebut dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis konservasi lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian warga. Melalui pengembangan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata edukasi serta peningkatan kapasitas pelaku UMK, PLN berharap tercipta nilai tambah ekonomi yang tetap sejalan dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten di seluruh wilayah operasional.

"PLN tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga berupaya memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat. Kawasan Likupang memiliki potensi ekowisata yang sangat luar biasa. Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong Desa Tarabitan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kemandirian masyarakat dan kelestarian alam," tegas Usman Bangun.

Hal senada diungkapkan oleh Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian. Ia menegaskan bahwa program TJSL yang dijalankan dirancang dengan pendekatan berorientasi pada keberlanjutan masa depan (long-term impact).

"PLN meyakini bahwa keberhasilan program TJSL diukur dari manfaat yang dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Melalui penguatan UMK dan wisata edukasi mangrove ini, kami menghadirkan peluang usaha baru sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga benteng pesisir. Kami berharap kolaborasi padu antara PLN, pemerintah daerah, dan warga dapat menjadikan Desa Tarabitan sebagai percontohan ekowisata yang mandiri dan berdaya saing," ujar Revi.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa program ini sangat selaras dengan arah pembangunan daerah.

"Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas kepeduliannya terhadap potensi lokal Desa Tarabitan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi warga melalui sektor UMK, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai aset lingkungan bernilai tinggi. Kami optimistis kolaborasi ini membawa dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," ungkap Umbase.

Pelaksanaan program ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Desa Tarabitan memiliki kekayaan kawasan mangrove yang potensial sebagai destinasi wisata edukasi berbasis konservasi pesisir. Sejalan dengan itu, pendampingan UMK termasuk kemitraan bersama BUMDes dan kelompok lokal seperti Spirulina Farm diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang mendukung ekosistem pariwisata daerah.

Melalui program TJSL ini, PLN mempertegas perannya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menempatkan Desa Tarabitan sebagai kawasan ekowisata unggulan di Minahasa Utara yang memberi manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan lintas generasi. (Tim Indimanado)


Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close